Pasikian Yowana Denpasar menggelar FGD persiapan Kasanga Fest. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kasanga Fest, festival ogoh-ogoh bagi para yowana di Denpasar akan kembali hadir di tahun 2026. Tema yang diusung yaitu, memuliakan air untuk kesejahteraan.

Hal tersebut merupakan hasil FGD dengan para yowana di Kota Denpasar dengan narasumber Komang Gases, Guru Anom, Gung Mahendra, dan lainnya.

Ketua Pasikian Yowana Denpasar, AA Angga Harta Yana, Selasa (11/11), mengatakan, tema dapat diambil dari berbagai sumber untuk memperluas gagasan seni seperti teologi dan mitologi. “Kita sepakat tahun depan adanya penyelarasan tema ogoh-ogoh,” ujarnya.

Selain itu, telah disepakati bahwa setiap Kasanga Festival atau Kasanga Fest akan ada tambahan lomba. Tahun depan, tambahan lomba yang digelar dalam Kasanga Fest yaitu lomba barong, makendang tunggal, dan pembuatan tapel ogoh-ogoh.

Mekanisme kontestasi ogoh-ogoh tahun 2026 sama seperti 2025 yaitu tarung bebas agar dapat menampilkan yang terbaik, bukan perwakilan lagi. Pusat kegiatan akan mengambil tempat di Lapangan Puputan Badung dan titik nol kilometer Denpasar.

Menurutnya, hal itu karena citra dan aura Kasanga Festival lahir di Lapangan Puputan Badung sehingga pihaknya konsisten mengadakannya di kawasan tersebut.

Baca juga:  Hingga Mei 2024, BRI Salurkan KUR Senilai Rp76,4 triliun ke 1,5 Juta Pelaku UMKM

Para yowana yang ikut kontestasi maupun menjadi pendukung atau akan berkunjung, menurutnya, tak perlu khawatir. Pasalnya, panitia akan menyiapkan antisipasi cuaca dan lapangan becek seperti yang terjadi tahun ini.

Jika terjadi hujan dan kondisi lapangan becek, maka panitia akan menyiapkan flooring-flooring di tempat-tempat yang mungkin akan becek. Flooring yang digunakan berupa alas panggung, namun ia berharap tak sampai becek karena anggarannya cukup besar untuk pembuatan flooring.

“Kita tentunya akan berkoordinasi dengan BMKG dan ritual niskala dengan nerang. Namun, dari panitia sudah menyiapkan langkah nyata, plan A, plan B, salah satunya dengan flooring jika becek,” ujarnya.

Hal yang menarik dengan Kasanga Festival 2026 yaitu stand UMKM. Selain stand UMKM umum, nantinya UMKM sekaa teruna juga dipersilakan dan itupun gratis. Untuk itu, ia mengundang sekaa teruna yang mempunyai UMKM di wilayah masing-masing untuk berpartisipasi. “Kasanga Fest tidak hanya mengutamakan seni tapi juga ingin tetap adanya perputaran ekonomi di dalamnya,” ujarnya.

Baca juga:  Petugas Damkartan Evakuasi Sepeda Motor Nyemplung ke Gorong-gorong

Menurutnya, anggaran untuk kegiatan Kasanga Festival tidak dipangkas meskipun transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat dipangkas. Karena adanya perputaran ekonomi di Kasanga Festival juga akan memberi dampak bagi masyarakat sendiri.

Sementara, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, Kasanga Festival bertujuan menggali potensi serta ide kreatif yowana Kota Denpasar, khususnya dalam bidang seni ogoh-ogoh. Jika dilihat dinamika dan fenomena, kreativitas STT Kota Denpasar saat ini telah menjadi barometer kebudayaan dan seni yang dilakoni generasi muda di Bali.

Namun, perlu juga dipelajari tentang kelemahan yang mendasar yang biasanya melekat di diri anak-anak muda atau dari yowana di Denpasar, yaitu ketidakkonsistenan.

“Biasanya jika merasa sudah terkenal, daya juang dan spirit anak-anak muda menurun. Hal ini yang perlu dihindari. Nah, itu yang kita perlu hindari. Artinya, setiap perhelatan Kesanga Festival tentu harus mempunyai kualitas yang terus naik,” katanya.

Baca juga:  Toko Fisik Tutup di Masa Pandemi, Pelaku UMKM Fokus ke Online

Dijelaskannya lebih lanjut, FGD adalah cara yang baik untuk dapat bertukar ide, pikiran yang belum ada pada tahun lalu. Setiap anggota yowana yang hadir di acara tersebut juga diminta untuk dapat memberikan sumbangsih pemikiran, tidak hanya dari sisi narasumber saja. Hal ini lantaran, Kesanga Fest lahir dari anak-anak muda dan untuk anak-anak muda.

Selain itu, faktor cuaca saat pelaksanaan juga menjadi hal yang harus diperhatikan oleh para panitia penyelenggara. Karena seperti pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya animo masyarakat begitu tinggi untuk menyaksikan perhelatan ini. Tak hanya dari Kota Denpasar, bahkan tamu dari luar Bali, seperti Jakarta juga sangat antusias untuk dapat menyaksikan acara itu.

Hal penting lainnya yang juga ditekankan Arya Wibawa adalah soal lomba ogoh-ogoh mini yang melibatkan daerah lain, yakni Tabanan dan Badung. Dirinya juga mempersilakan jika lomba ini akan digelar hingga ke skala regional atau bahkan nasional. (Citta Maya/balipost)

 

BAGIKAN