KueTeratai yang dijual Wayan Raba jelang Imlek 2026. (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kue Teratai (Lotus) atau dikenal juga dengan Kue Shian Tou menjadi salah satu jajanan tradisional khas Tahun Baru Imlek. Jajanan yang menyerupai bakpao dengan warna putih, merah muda dan hijau ini jadi buruan jelang hari raya Umat Konghucu ini.

Salah satunya nampak pada tempat produksi Ni Wayan Raba yang berada di Jalan Nangka Selatan, Denpasar. Saat ditemui, Senin (16/2/2026) ia mengaku jumlah produksi Kue Teratai mencapai 40 kilogram tepung. Jumlah itu pun sama dengan tahun sebelumnya.

Baca juga:  Lanjut, Seleksi Pegawai RSBM

Selain kue berbentuk teratai, Raba juga memproduksi kue berbentuk kura-kura hingga ikan. Kue kura-kura sendiri melambangkan keselamatan, sementara ikan melambangkan keberuntungan atau hoki. Untuk harga kue teratai, ikan dan kura-kura ini dibanderol Rp25 ribu per piring.

“Harga kue masih sama dari tahun ke tahun. Memang sih bahan baku ada kenaikan, tapi saya mikirnya kan ekonominya kayak begini, umpamanya orang beli dua karena mahal beli satu makanya saya tidak naikan harganya,” terang Wayan Raba.

Baca juga:  Korban Jiwa Bertambah, Kasus COVID-19 Baru Dilaporkan Bali Kembali ke 3 Digit

Harga komoditas bahan baku pembuat kue teratai yang mengalami kenaikan seperti tepung, gula dan mentega. Karena dikukus, kue teratai ini tahan di suhu ruang selama tiga hari. Untuk isian kue teratai terdapat tiga varian, diantaranya tausa atau kacang hitam, kacang hijau dan pandan.

Demikian Wayan Raba mengaku penjualan tahun ini menurun. Pada H-1 Imlek ini penjualan masih belum signifikan. “Kurang mengerti apakah karena ekonomi, tergantung ekonomi ya. Shio Tahun ini kayu kuda kan pekerja keras ya, tapi kan belum mulai baru mau masuk,” imbuhnya.

Baca juga:  Pembukaan PKB Dikabarkan Maju Ikuti Jadwal Presiden ke Bali Buka Munas Kadin, Ini Kata Kadisbud

Sementara itu, salah seorang pembeli Swastika mengaku tempat produksi Wayan Raba menjadi langganannya setiap tahun membeli Kue Teratai untuk persembahyangan Imlek. “Iya dalam rangka imlek, setiap Imlek kita sembahyang kan kita beli di sini. Kebutuhannya sesuai kita mampunya untuk sembahyangnya beli berapa biasanya ditaruh di atas altar,” terangnya. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN