Sejumlah wisatawan asing sedang menghabiskan waktu di hotel kawasan Sanur, Denpasar. (BP/wid)

DENPASAR, BALIPOST.com – Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 yang disertai libur panjang akhir pekan dan cuti bersama memberi pengaruh terhadap tingkat hunian atau okupansi kamar hotel di Denpasar, khususnya Sanur yang menjadi kawasan pariwisata. Bahkan hotel di kawasan tersebut mengalami kenaikan okupansi hingga 15 persen.

Salah satunya diakui pelaku pariwisata, I Gusti Ngurah Putu Yudy Suardana, Senin (16/2/2026). Di tengah low season ini, adanya libur Imlek membuat okupansi cukup baik. “Kenaikan sekitar 15 persen. Okupansi bulan Februari itu sekitar 65 persen,” katanya.

Baca juga:  Pria Asal Medan Diamankan, "Palak" Uang hingga Barang Pedagang di Padangsambian Kelod

Yudi yang merupakan manager di salah satu hotel kawasan Sanur mengaku untuk tamu menginap di hotel yang dia kelola didominasi oleh wisatawan Australia dan Eropa. Demikian dengan adanya Libur Imlek ini wisatawan asal Tiongkok, Taiwan hingga Hongkong turut meramaikan.

Diakuinya lama menginap wisatawan di Sanur cukup panjang rata-rata sekitar 15 hari atau dua minggu. Beberapa juga ada yang mencapai 30 hari. Usia wisatawan bervariatif didominasi oleh usia 45 tahun ke atas serta ada pula umur 30 tahunan untuk mereka yang tengah berbulan madu.

Baca juga:  Okupansi di Nusa Dua Penuh saat WWF ke-10, Sanur hingga Ubud Terima Limpahan

Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Denpasar Ida Bagus Gede Sidharta, juga mengakui ada kenaikan okupansi hingga 75 persen pada Libur Imlek ini. Selain wisatawan asing dengan Australia yang mendominasi, tidak sedikit pula wisatawan domestik yang memanfaatkan momen Libur Imlek ini menginap di kawasan Sanur. Seperti wisatawan asal Jakarta dan Surabaya.

Pada Februari ini, Gusde panggilan akrabnya mengaku okupansi di Denpasar khususnya Sanur sebagai destinasi wisata rata-rata sekitar 65 persen. Meski ada beberapa property yang okupansinya mencapai 70 hingga 75 persen.

Baca juga:  Tari Api

Di Denpasar terlebih di Sanur diakuinya juga, tamu menginap didominasi oleh wisatawan asing. Tokoh Sanur ini menyebutkan persentase kunjungan di Sanur 40 persen wisatawan Eropa, 40 persen Australia dan Asia termasuk domestik sekitar 10 persen.

“Namun ada perbedaan pada momen-momen tertentu seperti saat Imlek, Lebaran domestik akan naik ada sekitar 20 persen. Tapi secara tahunan kunjungan domestik hanya sekitar 10 sampai 15 persen,” imbuhnya. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN