Jalan Raya Puputan dekat Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar Timur, rawan gangguan kamtibmas terutama kejahatan jalanan dan trek-trekan. (BP/ken)

DENPASAR, BALIPOST.com – Seputaran Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar Timur (Dentim) merupakan wilayah rawan gangguan kamtibmas terutama pencurian dan kenakalan remaja. Unjuk rasa juga kerap digelar di sana. Sayangnya, Pos Subsektor Renon tidak bisa berfungsi maksimal karena jumlah personel sedikit. Pos tersebut diawaki hanya lima orang.

Saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kapolsek Dentim, Kompol Ketut Tomiyasa Rabu, Jumat (6/2), menyampaikan, Subsektor Renon merupakan bagian dari Polsek Denpasar Timur. Tugasnya membantu Polsek Dentim memberi pelayanan kepada masyarakat walau jenisnya terbatas.

“Pelayanan terbatas itu yaitu menerima pengaduan masyarakat atau menerima pembuatan surat kehilangan. Namun, dalam hal pelayanan untuk pengaduan masyarakat dalam bentuk laporan polisi itu harus diarahkan ke polsek. Subsektor Renon tidak melayani hal tersebut,” tegas Kompol Tomiyasa.

Baca juga:  Kasus Korupsi, Oknum Karyawan Bank Dituntut Enam Tahun Penjara

Kegiatan personel di sana kebanyakan patroli. Untuk jumlah personel, Tomiyasa menjelaskan, idealnya 16 orang terdiri satu kepala subsektor dan 15 anggota. Selanjutnya, 15 anggota tersebut dibagi tiga regu atau shift. Masing-masing shift lima orang. Ia menegaskan, Subsektor Renon bukan polsek dan tidak ada unit lantas dan reskrim.

Namun kenyataannya, jumlah riilnya per Januari 2026 hanya lima orang, terdiri dari satu kepala subsektor dan empat anggota karena dua personel sebelumnya pensiun. “Jumlah personelnya terus mengalami penyusutan. Sehingga kami atur pola tugas atau jaga jadi dua shift. Ini jadi kendala kami saat ini. Kami sudah membuat telaah dan pengusulan kepada pimpinan agar bisa dipenuhi agar jumlah sesuai standar,” kata mantan Kapolsek Kota Gianyar ini.

Baca juga:  Puluhan Polisi Sisir Lokasi Rawan Kriminalitas di Kuta

Lapangan Renon dan seputarnya memang rawan, terutama saat car free day dan Minggu sore sampai malam. Pasalnya, kawasan ini banyak dikunjungi masyarakat sehingga perlu perhatian khusus. Kasus yang kerap terjadi yaitu perkelahian dan ini perlu terus diantisipasi.

Terkait gangguan yang lain seperti adanya gerombolan anak muda melakukan konvoi dan trek-trekan, masih terjadi di wilayah hukum Subsektor Renon, khususnya di Jalan Raya Puputan. Kelompok anak muda tersebut biasanya bubaran dari pertandingan olahraga seperti futsal dan basket di GOR Ngurah Rai. Selesai pertandingan mereka bergerak berkelompok mengarah ke Jalan Hayam Wuruk melintasi Jalan Puputan Renon.

“Kejadian beberapa waktu lalu itu (pemotor ugal-ugalan) sudah ditangani Satlantas Polresta Denpasar dan pelaku sudah diamankan. Kami tetap melaksanakan patroli malam seputaran Renon,” ucap perwira melati satu asal Karangasem ini.

Baca juga:  Enam Hari Terbakar, Asap dari TPA Suwung Cemari Denpasar dan Badung

Terkait anak muda sering melakukan konvoi dengan motor berknalpot brong, ia berharap para orang tua dan pihak sekolah turut mengawasi anak-anaknya. Jika motornya di rumah menggunakan knalpot brong, orang tua bisa menegur.

“Kami sudah melakukan sambang ke sekolah-sekolah terkait kenakalan remaja diantaranya trek-trekan dan knalpot brong. Aksi mereka itu berisiko yaitu mengganggu ketertiban umum, pengguna jalan, membahayakan diri sendiri atau orang lain jika terjadi lakalantas,” ucapnya.

Untuk pengamanan pada Minggu, Polsek Dentim di-back up Satsamapta Polresta Denpasar. Personel Satsamapta tersebut membantu melakukan pemantauan dan patroli. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN