
GIANYAR, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar melalui Dinas Pendidikan resmi membuka pendaftaran program beasiswa “Gianyar Aman” tahun 2026. Tidak tanggung-tanggung, tahun ini pemerintah menyiapkan kuota bagi 1.000 mahasiswa asal Gianyar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Program ini menjadi angin segar bagi putra-putri daerah, mengingat cakupan beasiswanya yang sangat komprehensif. Mulai dari biaya uang kuliah tunggal (UKT), biaya kos, uang saku mingguan, hingga pengadaan peralatan pendukung seperti laptop, akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, Wayan Mawa, Selasa (3/2), menjelaskan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari tahun sebelumnya. Berdasarkan evaluasi tahun 2025, para penerima manfaat merasa sangat terbantu karena dapat fokus sepenuhnya pada studi tanpa terbebani masalah finansial.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 122 mahasiswa angkatan 2025 masih terus dibiayai hingga masa studi empat tahun mereka berakhir. Mawa mengungkapkan sempat ada perubahan data pada angkatan tersebut.
”Awalnya ada 127 orang, namun per 2026 ini ada lima orang yang mengundurkan diri. Alasannya beragam, ada yang diterima di sekolah kedinasan, mendapat beasiswa KIP kuliah dari pusat, hingga alasan ketidakcocokan jurusan,” jelasnya.
Beasiswa “Gianyar Aman” 2026 terbagi menjadi dua kategori utama beasiswa berprestasi bagi siswa yang memiliki catatan akademik atau non-akademik yang gemilang. Beasiswa kurang mampu diprioritaskan bagi siswa dari keluarga yang membutuhkan bantuan finansial agar tetap bisa mengakses pendidikan tinggi.
“Bagi masyarakat Gianyar yang ingin memanfaatkan peluang ini, pendaftaran sudah dapat dilakukan secara daring melalui kanal resmi website https://beasiswagianyaraman.gianyarkab.go.id,” tegas Mawa.
Sementara itu, Bupati Gianyar, Made Mahayastra mengungkapkan bahwa program ini adalah bentuk investasi jangka panjang bagi daerah. Menurutnya, kendala ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak Gianyar untuk meraih cita-cita.
”Pemerintah hadir untuk memastikan tidak ada anak Gianyar yang putus sekolah atau tidak bisa kuliah karena biaya. Pendidikan adalah kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita,” tegas Bupati Mahayastra. (Wirnaya/balipost)










