Tim Pansus TRAP DPRD Bali saat sidak di kawasan Bali Handara, Pancasari, Buleleng, Kamis (22/1). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Koran Bali Post pada hari ini, Selasa (27/1) menerbitkan beragam berita yang terjadi di seputar Bali dan Indonesia.

Dari Pansus TRAP perdalam pengalihan HGB Bali Handara hingga anomali pariwisata Bali kian nyata.

1. Pansus TRAP Perdalam Pengalihan HGB PT Bali Handara

Denpasar (Bali Post)-

Tim Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali kini melakukan pengawasan ketat dan mendalami dugaan pengalihan Hak Guna Bangunan (HGB) milik PT Bali Handara di kawasan Pancasari.

Satpol PP Bali akan memanggil Manajemen PT Bali Handara pada, Kamis (29/1) guna memperdalam dugaan pelanggaran yang dilakukan Bali Handara.

Baca juga:  Lima Desa Iringi Pelebon Istri Raja Gianyar Ida Anak Agung Istri Sri Mas

2. Anggota DPR-RI Soroti Kerusakan Hutan di Bali

Jakarta (Bali Post) –

Anggota Komisi III DPR RI Dapil Bali, I Nyoman Parta, meminta Kepolisian Republik Indonesia meningkatkan empati dalam penegakan hukum, khususnya terkait persoalan pemanfaatan ruang dan kerusakan lingkungan di Bali.

Hal itu disampaikan Parta dalam Rapat Kerja Komisi III DPR RI bersama jajaran Polri yang dipimpin langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (26/1).

3. Kajati Bali Kini Fokus Tangani Pelanggaran di Tahura

Baca juga:  Tuai Kritikan, Pantai Kuta Perlu Dikelola Lebih Profesional

Denpasar (Bali Post)-

Kajati Bali Dr. Catarina Muliana, S.H., S.E., M.H., menegaskan Kejati Bali kini
fokus melakukan pendalaman terhadap pelanggaran tata ruang di Bali khususnya dugaan penyalahgunaan lahan Taman Hutan Rakyat (Tahura).

Sedangkan soal dugaan penyalahgunaan HGB di Pancasari masih sedang dipelajari.

4. Akademisi Tolak Pembukaan Hutan Konservasi untuk Pariwisata Massal

Denpasar (Bali Post) –

Pemanfaatan hutan konservasi untuk mendukung sektor pariwisata di Bali menuai sorotan tajam dari kalangan akademisi.

Kepala Pusat Unggulan Pariwisata LPPM Universitas Udayana (Unud), Prof. Anak Agung Suryawan Wiranatha di Denpasar, secara tegas menyatakan menolak jika hutan konservasi dibuka untuk aktivitas pariwisata secara massal.

Baca juga:  Kawal DID Tabanan, Saksi Kunci Akui Minta "Dana Adat Istiadat"

5. Anomali Pariwisata Bali Kian Nyata, Ramai Secara Statistik, Kontribusi Pendapatan Menurun

Denpasar (Bali Post) –

Pariwisata Bali kembali mencatatkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Data terbaru menunjukkan lonjakan lebih dari 10 persen, bahkan melampaui target yang telah ditetapkan.

Namun, di balik angka yang terlihat menggembirakan itu, terjadi anomali bahwa kunjungan meningkat tak dibarengi dengan manfaat ekonomi yang dirasakan rakyat Bali dan pendapatan daerah justru kian menurun. (*)

BAGIKAN