Kondisi di Pelabuhan Gilimanuk dipenuhi dengan antrian mobil dan kendaraan lain. Selama tiga hari sejak Sabtu (14/3) hingga Senin (16/3) antrian tembus lebih dari 20 kilometer dan masuk jalan Denpasar-Gilimanuk. (BP/Olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Arus mudik Lebaran 2026 melalui jalur darat menuju Pelabuhan Gilimanuk di Kabupaten Jembrana mengalami kepadatan luar biasa. Ribuan kendaraan pemudik yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa harus mengantre berjam-jam bahkan hingga sehari penuh sebelum bisa masuk kawasan pelabuhan.

Sejumlah pemudik yang berangkat pada Minggu (15/3) dilaporkan baru dapat mencapai area parkir Pelabuhan Gilimanuk setelah menunggu hingga 24 jam. Antrean kendaraan saat itu bahkan sudah mengular sejak wilayah Kota Negara, yang berjarak sekitar 35 kilometer dari pelabuhan.

Kondisi ini disebut sebagai salah satu antrean terparah yang pernah terjadi pada arus mudik di jalur menuju pelabuhan penyeberangan tersibuk kedua di Indonesia tersebut. Lonjakan kendaraan mulai terasa signifikan sejak H-6 Lebaran. Kepadatan membuat barisan kendaraan memanjang dari kawasan Gilimanuk hingga beberapa titik di Kecamatan Melaya.

Bahkan hingga Senin (16/3), antrean kendaraan dilaporkan masih memanjang di jalur utama Denpasar–Gilimanuk. Barisan kendaraan pemudik tembus hingga wilayah Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, yang berjarak sekitar 22 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk.

Baca juga:  Pemkab Badung Siapkan Perbup Teba Modern untuk Tekan Sampah dari Sumber

Salah seorang pemudik asal Denpasar, Anjeline, yang hendak pulang ke Jawa Timur mengaku harus menempuh perjalanan sangat lama akibat kepadatan lalu lintas. Ia berangkat dari Denpasar pada pukul 05.00 WITA, namun sudah terjebak kemacetan saat memasuki wilayah Negara sekitar pukul 07.00.

“Baru Senin subuh sampai di parkiran pelabuhan. Jadi hampir sehari semalam di jalan Denpasar-Gilimanuk, dari Negara sampai Gilimanuk,” ujarnya.

Menurutnya, antrean mudik tahun ini terasa paling panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya antrean hanya sampai kawasan Hutan Cekik atau Sumbersari di Melaya yang berjarak sekitar 4–5 kilometer dari pelabuhan.

Kemacetan di jalur nasional tersebut juga diperparah oleh kendaraan yang saling menyalip sehingga menutup jalur dari arah berlawanan, yakni kendaraan dari Gilimanuk menuju Denpasar. Kondisi itu membuat kendaraan roda empat di sejumlah titik tidak dapat bergerak dalam waktu lama.

Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah pengaturan lalu lintas bersama sejumlah instansi terkait, termasuk personel Brimob dan Dinas Perhubungan. Namun pada akhir pekan lalu terjadi lonjakan kendaraan yang sangat signifikan, baik sepeda motor, mobil pribadi, bus maupun kendaraan angkutan barang.

Baca juga:  KEK Didorong Ekspansi Bersaing Dengan Malaysia -Singapura

Pihaknya juga mengimbau para pengusaha transportasi agar mematuhi Surat Keputusan Bersama (SKB) para menteri terkait pengaturan lalu lintas dan penyeberangan selama periode mudik Lebaran 2026.

Sementara itu, PT ASDP Indonesia Ferry menambah jumlah kapal yang beroperasi di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Dari pola operasi normal sebanyak 28 kapal, kini menjadi 33 kapal yang melayani penyeberangan secara bergantian selama 24 jam.

Selain penambahan armada, sebagian kapal juga menerapkan pola operasional tiba–bongkar–berangkat (TBB) guna mempercepat siklus layanan. Dengan sistem ini, kapal yang tiba di pelabuhan langsung melakukan proses bongkar muatan dan segera kembali berlayar tanpa melakukan pemuatan kendaraan di pelabuhan tersebut.

Berdasarkan data Posko Gilimanuk selama 24 jam pada 15 Maret 2026 pukul 00.00–23.59 WITA, tercatat 247 trip kapal melayani penyeberangan Bali–Jawa.

Baca juga:  5 Berita Koran Bali Post Terbit Hari Ini, Rabu 14 Januari 2026

Jumlah penumpang yang menyeberang dari Bali menuju Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk mencapai 80.416 orang, meningkat 33,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 60.099 orang.

Untuk kendaraan roda dua tercatat 18.306 unit atau naik 52,7 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 11.987 unit. Kendaraan roda empat mencapai 5.044 unit atau meningkat 9,2 persen dibandingkan 4.620 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara kendaraan truk tercatat 1.590 unit atau turun 13,4 persen dari tahun lalu sebanyak 1.835 unit. Sedangkan kendaraan bus mencapai 945 unit atau meningkat 39 persen dibandingkan 680 unit pada periode yang sama tahun lalu.

Secara kumulatif, sejak H-10 hingga H-6 Lebaran, total penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk mencapai 232.640 orang atau naik tipis 0,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 232.518 orang. Total kendaraan tercatat 74.762 unit atau meningkat 5,5 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 70.892 unit. (surya dharma/balipost)

BAGIKAN