Rangkaian pelaksanaan Upacara Nyenuk, yang merupakan bagian dari rangkaian terakhir Karya Tawur Agung Padanan di Pura Dalem Puri, Desa Adat Peliatan, Kecamatan Ubud, Gianyar. (BP/kup)

GIANYAR, BALIPOST.com – Kemeriahan dan kekhidmatan menyelimuti kawasan Ubud dalam pelaksanaan Upacara Nyenuk, yang merupakan bagian dari rangkaian terakhir Karya Pedudusan Agung, Mupuk Pedagingan, Ngenteg Linggih, Ngusaba Dalem lan Ngusabe Pitra, Tawur Agung Padanan di Pura Dalem Puri, Desa Adat Peliatan, Kecamatan Ubud, Gianyar.

Upacara ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus perjamuan suci bagi para utusan Dewata yang telah memberkati jalannya seluruh rangkaian ritual.

Bendesa Desa Adat Peliatan, Cokorda Putra Wisnu Wardana di sela Upacara Nyenuk, Jumat (23/1), mengatakan bahwa Upacara Nyenuk sesungguhnya adalah prosesi menghadirkan utusan dari Panca Dewata. Para utusan ini datang dari berbagai arah mata angin, yang direpresentasikan oleh Dewa Iswara (Timur), Dewa Brahma (Selatan), Dewa Mahadewa (Barat), Dewa Wisnu (Utara), Dewa Siwa (Tengah).

Baca juga:  Karya Agung Pengurip Gumi untuk "Kerahayuan Jagat”

Setiap utusan membawa berbagai jenis hasil bumi sebagai simbol kemakmuran dan kesuburan yang dipersembahkan kepada Ida Bhatara yang berstana di Pura Dalem Puri.

Salah satu elemen unik dalam iring-iringan ini adalah kehadiran Bungan Jaje. Secara filosofis, narasumber memaparkan bahwa:
Bunga melambangkan hati atau hredaya. Jaje (Saja) berarti bersungguh-sungguh.

Hal ini mengandung makna bahwa siapa pun yang melakukan sesuatu dengan hati yang tulus dan bersungguh-sungguh, akan mendapatkan hasil yang memuaskan dan menghantarkan pada kebahagiaan.

Baca juga:  5 Berita Koran Bali Post Terbit Hari Ini, Selasa 30 Desember 2025

Prosesi ini melibatkan partisipasi luas dari masyarakat, termasuk warga dari Desa Adat Peliatan, dan Desa Adat Ubud. Iring-iringan yang membawa hasil bumi ini dilepas dari Pura Dalem Desa Adat Ubud. Ini sebagai bentuk kebersamaan dan gotong royong antar-krama desa adat dalam melestarikan tradisi sakral tersebut.

Cokorda Putra Wisnu Wardana menambahkan Upacara Nyenuk ini diharapkan dapat membangun kesejahteraan dan kebahagiaan bagi seluruh krama yang telah melaksanakan Karya Agung dengan penuh bakti. (Wirnaya/balipost)

Baca juga:  Dari Patung Bung Karno Dipindah hingga Pohon Tumbang di Pura Tamba Waras

 

BAGIKAN