
DENPASAR, BALIPOST.com – Rokok elektrik alias vape dewasa ini makin digemari anak muda di Denpasar. Namun, vape berpotensi disalahgunakan sebagai modus baru peredaran narkoba. Untuk itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar menyatakan perang melawan narkoba melalui vape.
‘’Sejak dulu kami perang dengan segala jenis narkoba. Kini kami perang khusus dengan narkoba melalui vape,’’tegas Kepala BNN Kota Denpasar, AKBP Leo Dedy Defretes, S.H., S.I.K., M.H. ketika masimakrama ke Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Bali TV, pada Rabu (21/1).
Leo Dedy menjelaskan bahwa para produsen maupun pengedar narkoba terus berinovasi dalam memasarkan barang haram tersebut. Salah satu modus baru yakni dengan menyusupkan liquid narkoba ke dalam vape atau rokok elektrik. Bahkan kebanyakan remaja yang menggunakan vape tak menyadari hal itu. “Nah, kami ingin menyelamatkan masa depan anak bangsa, pengawasan kios vape akan diperketat,” tegasnya.
Selama ini, modus ini sudah terungkap di beberapa kota seperti di Jakarta, sedangkan Kota Denpasar tidak menutup kemungkinan adanya modus baru ini. Alasannya, Denpasar menjadi ladang subur pendarahan vape narkoba mengingat Denpasar sebagai kota urban dengan pengguna vape terbanyak dari kalangan generasi muda.
Bahkan Leo mengatakan, Denpasar harus dijaga ketat dari kemungkinan bandar mendirikan pabrik atau lab narkoba lewat vape di tengah permukiman dan vila. “Yang meracik menjadi liquid cair dan bisa ditampung dalam cartridge vape narkoba kan orang khusus,” tegasnya.
Ditambahkan Leo, untuk memastikan apakah sebuah vape telah disusupi narkoba, harus melalui tes laboratorium. Indikasinya, aromanya khas dan harga yang ditawarkan lebih mahal dari cairan aroma vape biasa.
Untuk mencegah peredaran gelap narkoba jenis baru ini, BNN Kota Denpasar terus melakukan upaya pencegahan dan edukasi kepada generasi muda. Upaya yang telah dilakukan yakni melakukan sidak dan pengawasan dan edukasi bagi asosiasi vape di Kota Denpasar.
Pihaknya juga menegaskan kepada asosiasi untuk menindak pemilik usaha vape yang tak masuk asosiasi karena sangat potensial disalahgunakan. Untuk itu, BNN Denpasar akan intensif melakukan sidak ke usaha vape di Denpasar.
BNN Kota Denpasar juga menyatakan perang terhadap narkoba sebagai wujud komitmen untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkoba. Semua pihak diajak untuk aktif mengawasi dan mencegah peredaran gelap narkoba termasuk pengawasan orang tua kepada anaknya. (Sueca/balipost)










