Penanganan longsor di Kecamatan Pupuan pada, Kamis (15/1) malam. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Pupuan, dalam beberapa hari terakhir kembali mengakibatkan bencana tanah longsor. Sedikitnya tiga titik longsor terjadi di wilayah Desa Sanda dan sekitarnya, Kamis (15/1) malam, dan menyebabkan akses jalan sempat tertutup total.

Longsor dilaporkan terjadi sekitar pukul 19.25 WITA. Selanjutnya BPBD Kabupaten Tabanan langsung mengerahkan personel Pusdalops bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi kejadian. Adapun titik longsor terjadi di Banjar Dinas Paka Desa Sanda, Banjar Dinas Sanda Desa Sanda, serta Banjar Dinas Batungsel, Kecamatan Pupuan.

Baca juga:  Kerja Keras Prajurit Kodim Diapresiasi

Material longsoran berupa tanah dan bebatuan menutup seluruh badan jalan Propinsi, sehingga arus lalu lintas sempat terganggu selama beberapa jam atau menutup akses ruas jalan Antosari – Puouan (wilayah desa Sanda dan desa Batungsel).
Dimana saat proses penanganan material longsor, kendaraan yang melintas juga sempat dialihkan ke jalur alternatif yakni Antosari-Seririt dan sebaliknya bekerjasama dengan pihak kepolisian.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Srinada Giri, mengatakan penanganan dilakukan secara cepat dengan melibatkan berbagai unsur. “Petugas tim reaksi cepat BPBD Tabanan dikerahkan ke lapangan, dibantu Dinas PUPR Provinsi Bali dengan alat berat untuk membersihkan material longsor,” ujarnya, Jumat (16/1).

Baca juga:  5 Berita Terpopuler: Dari Pembangunan di TWA Penelokan Dihentikan hingga Perempuan Asal Tiyingtali Tewas

Selain BPBD, penanganan juga melibatkan sejumlah unsur lainnya seperti dari Kecamatan Pupuan, Babinsa, Pusdalops, serta warga setempat hingga material longsor berhasil cepat dibersihkan secara bertahap. “Tidak sampai ada korban jiwa. Saat ini kondisi sudah terkendali dan arus lalu lintas di lokasi terdampak sudah kembali normal,” tegas Srinada Giri.

Terkait dengan cuaca ekstrem, BPBD Tabanan terus mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah rawan longsor di daerah perbukitan seperti di kecamatan Pupuan, agar meningkatkan kewaspadaan. Mengingat intensitas hujan masih berpotensi tinggi, warga diminta segera melapor jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah atau kondisi yang membahayakan. (Puspawati/balipost)

Baca juga:  Puluhan Diduga Derita MSS, Badung Berstatus "Outbreak"
BAGIKAN