Piranti naga banda untuk Palebon Ida Bhagawan Blibar yang ditempatkan di area sumanggen Puri Agung Gianyar. (BP/kup)

​GIANYAR, BALIPOST.com – Puri Agung Gianyar bersiap menggelar prosesi adat akbar palebon utamaning utama bagi Ida Rajadewata pada Sabtu, 7 Maret 2026. Upacara ini menjadi momentum sakral bagi masyarakat Gianyar untuk melepas sosok pemimpin yang mendedikasikan hidupnya pada birokrasi, politik, hingga jalan spiritual kawikuan.

Pangelingsir dari 16 Puri Warih Ida Bhatara Manggis Kuning yang diwakili Anak Agung Gde Alit Asmara bersama Anak Agung Gde Oka Wisnu Murti, Selasa (3/3), menyampaikan bahwa Ida Rajadewata, yang semasa walaka bernama Anak Agung Gde Agung Bharata, berpulang 21 Februari 2026 di RSUD Sanjiwani Gianyar. Sebagai trah langsung Ida Bhatara Manggis Kuning, prosesi ini akan menggunakan sarana naga banda, simbol kemuliaan tertinggi bagi penguasa dan pangelingsir puri di Bali.

Baca juga:  DLH Berikan Sanksi Ringan Pelaku Pembuang Sampah di Jembatan Bona

Setelah purnatugas, Agung Bharata memilih jalan madwijati atau menjadi sulinggih pada 16 Juli 2019 dengan gelar Ida Bhagawan Blibar. ​”Meskipun beliau telah menyandang gelar sulinggih, dalam tradisi Puri Agung Gianyar, beliau tetap dihormati dengan sebutan Ida Rajadewata sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian panjangnya kepada masyarakat,” ungkap Anak Agung Gde Alit Asmara.

Penggunaan naga banda dalam palebon kali ini menegaskan kedudukannya sebagai tokoh agung. Naga banda dipercaya sebagai pengantar atma (roh) menuju kebebasan sejati, memutus jerat pasa atau ikatan duniawi agar sang roh dapat kembali ke asal-Nya dengan sempurna.

Baca juga:  Bocah SD Meninggal Digigit Ular

Anak Agung Gde Alit Asmara menuturkan, prosesi mendak naga banda terkait Palebon Ida Rajadewata yang merupakan Bupati Gianyar periode 2003-2008 dan 2013-2019) telah dilaksanakan Senin (2/3) sekitar pukul 15.00 WITA. Prosesi ini dilakukan dari Puri Agung Gianyar ke Puri Ageng Bitra, dan kembali ke Puri Agung Gianyar.

Di Puri Agung Gianyar, naga banda telah ditempatkan di palebahan (area) Puri Sumanggen. Prosesi melibatkan 16 puri yang merupakan warih Ida Bhatara Manggis Kuning. Arak-arakan naga banda diiringi baleganjur dari Sekaa Gong Dharma Bakti Serongga Kaja, Serongga, Gianyar. (Wirnaya/balipost)

Baca juga:  Satpol PP Tertibkan Pembangunan Vila di Desa Mas dan Pejeng Kawan
BAGIKAN