Kondisi kebun milik I Nengah Sadi yang rusak terkena material toilet yang ambrol pada Jumat (9/1) lalu. (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Longsor yang menggerus bangunan toilet SDN 2 Batur, Kintamani, pada Jumat (9/1) lalu, berdampak pada lahan milik I Nengah Sadi, warga Desa Batur Tengah, Kintamani. Material bangunan toilet yang jatuh utuh ke kebunnya merusak tanaman serta bangunan tempat pakan ternak miliknya.

Nengah Sadi mengungkapkan sesaat sebelum kejadian, ia sempat bekerja di kebunnya menyiapkan pakan untuk ternak babinya. Namun, karena hujan turun sangat deras, ia merasa khawatir akan potensi longsor dan memutuskan pulang ke rumahnya yang berjarak 50 meter. “Baru sampai rumah, terdengar suara ambruk yang sangat keras,” ungkapnya, Selasa (13/1).

Material beton yang jatuh ke kebunnya itu menimpa pohon kopi dan jeruk dan membuat kebunnya kini sulit diolah kembali lantaran bongkahan material yang jatuh berukuran besar dan banyak. Selain merusak tanaman, material bangunan juga menimpa dua buah tong penampungan air untuk kebutuhan ternak babinya hingga rusak.

Baca juga:  Gempa 6,4 SR Dirasakan Warga Denpasar

“Pondokan yang baru selesai saya buat seminggu lalu untuk tempat pakan ternak juga kena sampai bergeser hingga lima meter. Pakan ternak saya juga tertimbun,” jelasnya.

Meski demikian, dia masih bisa bersyukur karena tujuh ekor babi yang dipeliharanya di kandang yang berjarak sekitar lima meter dari lokasi longsor masih selamat. “Kandang babi saya kena pinggirannya tapi masih bisa dipakai dan untungnya ternak saya selamat,” ujarnya.

Dia tidak bisa menyebutkan secara pasti berapa kerugian yang dialaminya akibat kejadian itu. Dia memperkirakan kerugiannya mencapai puluhan juta rupiah.

Baca juga:  Ombusdman Kawal Rekrutmen Tenaga Kontrak di Tabanan

Nengah Sadi mengatakan, pasca kejadian personel TNI dan Polri sudah turun tangan membantu pembersihan. Ia pun berharap pemerintah dapat memberikan bantuan untuk meringankan kerugian yang dialaminya.

Sebagaimana yang diketahui bangunan toilet SDN 2 Batur, Kintamani, ambrol tergerus senderan longsor saat hujan deras mengguyur wilayah Kintamani Jumat lalu sekitar pukul 14.30 WITA.

Kepala SDN 2 Batur, I Made Armika mengatakan tingginya intensitas hujan memicu jebolnya senderan sepanjang 8 meter dengan tinggi sekitar 2 meter. Senderan tersebut menggerus bangunan toilet yang berisi 6 lokal ruangan. Armika memastikan saat kejadian seluruh siswa sudah pulang.

Pasca kejadian tersebut, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Batur Tengah untuk peminjaman fasilitas sanitasi bagi siswa. Mengingat sekolah kini tidak lagi memiliki fasilitas kamar kecil.

Baca juga:  Dua Orang Pendaki Tersesat di Gunung Batukaru

Dikatakan juga bahwa tiga ruang kelas yang lokasinya berada dekat dengan titik longsor, masih dalam kondisi aman. “Ruang kelas sementara aman dan masih bisa digunakan untuk belajar,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Disdikpora Kabupaten Bangli I Ketut Darmaja dikonfirmasi belum lama ini mengatakan terkait upaya perbaikan toilet, Darmaja mengatakan pihak sekolah telah membuat laporan mengenai kerusakan tersebut untuk diajukan resmi ke Disdikpora. Selanjutnya laporan itu akan diusulkan ke pemerintah daerah untuk mendapat penanganan/perbaikan.

“Terkait kebijakannya nanti, apakah menggunakan anggaran perubahan atau bagaimana, itu menunggu arahan pimpinan,” jelas Darmaja. (Dayu Swasrina/balipost)

 

BAGIKAN