
BANGLI, BALIPOST.com – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli telah menindaklanjuti longsor yang terjadi di area SMP Negeri 1 Bangli, Selasa (24/2).
Selain melaporkan kejadian itu ke BPBD, Disdikpora juga mengupayakan usulan anggaran perbaikan melalui APBD.
“Kami sudah laporkan ke BPBD dan sesuai mekanisme kami juga mengajukan usulan anggaran melalui APBD agar penanganan bisa dilakukan secepatnya,” kata Kepala Disdikpora Bangli, I Komang Pariartha, Rabu (25/3).
Pariartha mengatakan, berdasarkan tinjauan di lapangan, longsor dipicu oleh gerusan arus air yang sangat kuat. Sebelum kejadian, pihaknya sempat memantau lokasi dan melihat debit air dari arah utara memang sangat besar. Hal itulah yang diduga memicu struktur senderan atau bronjong sekolah terkikis hingga ambrol.
Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Disdikpora telah menginstruksikan pihak sekolah untuk memperketat pengawasan terhadap siswa di sekitar area tersebut.
Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya hujan yang mengguyur wilayah Bangli beberapa hari terakhir memicu terjadinya longsor di area SMP Negeri 1 Bangli, Selasa (24/2). Lokasi longsor terjadi di sebelah timur Padmasana sekolah.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Prasarana, Sang Putu Sugiarta menjelaskan longsor terjadi dua kali, pertama sekitar pukul 08.50 WITA dan disusul di sisi selatan pada pukul 09.30 WITA. Saat kejadian, para siswa bersiap memasuki jam istirahat. “Total panjang longsoran 20 meter dengan kedalaman 15 meter,” ungkapnya.
Dikatakan area yang mengalami longsor itu merupakan jalur yang kerap dilalui siswa menuju kantin. Selain itu, area tersebut juga sering dijadikan tempat untuk melaksanakan berbagai kegiatan luar kelas seperti Pramuka.
Pihak sekolah telah melaporkan kejadian itu ke Dinas terkait dan berkoordinasi dengan Polsek Bangli. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, di area longsor telah dipasangi pembatas berupa garis polisi. (Dayu Swasrina/balipost)










