
SINGASANA, BALIPOST.com – Aktivitas pembangunan senderan di lahan pribadi di wilayah Banjar Adeng, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, sempat memicu kekesalan petani Subak Kukuh, Desa Kukuh, Kecamatan Marga. Material proyek berupa batu dan tanah dilaporkan menyumbat saluran irigasi, sehingga debit air yang mengalir ke areal persawahan mengecil sejak sekitar tiga pekan terakhir.
Kondisi tersebut tentu saja membuat petani resah lantaran tanaman padi sedang membutuhkan pasokan air yang cukup. Setelah ditelusuri, penyebab utama gangguan aliran air berasal dari material pembangunan senderan yang tanpa sengaja menutup jalur saluran irigasi.
Camat Marga, I Gede Nengah Sudiarta, saat dikonfirmasi Kamis (23/4), mengatakan, persoalan tersebut sudah ditangani melalui mediasi bersama pihak terkait. Mediasi dilakukan dengan melibatkan Perbekel Kukuh, Perbekel Banjar Anyar, perwakilan Subak Kukuh, serta pihak pekerja proyek. “Sudah kami mediasi dan pekerja menyatakan siap bekerja dengan baik serta tidak lagi menutup saluran air,” ujarnya.
Menurutnya, pihak subak sebelumnya telah memberikan toleransi waktu selama empat hari kepada pekerja untuk membuka kembali saluran yang tertutup material. Namun, setelah batas waktu tersebut, aliran air masih belum normal karena masih terdapat batu yang menyumbat saluran.
Akibat kondisi itu, petani kembali melayangkan teguran hingga material akhirnya dipindahkan. Meski sempat membaik, beberapa hari kemudian debit air kembali mengecil, sehingga memicu protes dari petani yang kemudian melaporkan persoalan tersebut ke aparat desa dan kecamatan.
Sudiarta menegaskan, persoalan ini murni masalah teknis di lapangan selama proses pembangunan berlangsung. Menurutnya, reaksi petani sangat wajar mengingat saluran irigasi merupakan kebutuhan vital bagi keberlangsungan pertanian. “Subak wajar kesal karena sudah beberapa kali menegur. Yang terpenting sekarang aliran air kembali lancar dan tidak terganggu lagi,” tegasnya.
Pascamediasi, pihak kecamatan memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas pembangunan senderan tersebut agar tidak kembali menghambat aliran irigasi ke areal persawahan milik petani Subak Kukuh.(Puspawati/balipost)










