
BANGLI, BALIPOST.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli mencatat realisasi retribusi Daya Tarik Wisata (DTW) tahun 2025 hanya mencapai Rp42 miliar. Angka tersebut jauh dari target yang ditetapkan sebesar Rp58 miliar.
Capaian yang hanya menyentuh 72 persen ini tercatat lebih rendah dibandingkan pendapatan retribusi DTW tahun 2024 lalu. Dimana pada 2024 lalu realisasi retribusi dari lima DTW mencapai Rp46 miliar.
Menurut Kepala Disparbud Bangli, I Wayan Dirga Yusa, Selasa (6/1), salah satu penyebab tidak tercapainya target kemungkinan karena target yang ditetapkan terlalu tinggi.
Menurutnya jika realisasi tahun sebelumnya Rp46 miliar, seharusnya target ideal di tahun berikutnya adalah Rp50 miliar. Selain itu tidak tercapainya target juga dipengaruhi karena adanya penurunan jumlah wisatawan. Pada tahun 2025, total kunjungan tercatat sebanyak 1,575 juta orang, turun dari tahun 2024 yang mencapai 1,6 juta kunjungan.
Dirgayusa menyebutkan, kunjungan wisatawan ke Bangli tahun lalu didominasi oleh wisatawan domestik.
Disebutkan bahwa dari kelima DTW yang dikelola Pemkab Bangli, realisasi retribusi dari Desa Wisata Penglipuran tercatat Rp26 miliar dari target Rp29 miliar. DTW Kintamani realisasinya jauh dari target. Dari target Rp 28 miliar yang terealisasi hanya Rp15 miliar.
Pendapatan retribusi dari DTW Pura Kehen tercatat Rp800 juta, mendekati target Rp900 juta. “Sedangkan DTW Penulisan realisaasinya Rp26 juta dari target Rp 39 juta dan DTW Terunyan Rp94 juta dari target Rp 81 juta,” sebutnya. (Dayu Swasrina/balipost)








