
NEGARA, BALIPOST.com – Cuaca ekstrem di wilayah Jembrana masih berpotensi terjadi. Hujan deras dan angin kencang sangat berpeluang terjadi tiba-tiba, seperti pada Selasa (6/1) siang.
Sebatang pohon perindang dilaporkan dalam kondisi miring dan berpotensi tumbang di Banjar Munduk, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo. Kejadian tersebut dipicu angin kencang yang melanda wilayah setempat sekitar pukul 11.50 Wita. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana pun mengimbau masyarakat untuk waspada.
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra mengimbau, masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama angin kencang yang dapat memicu pohon tumbang atau kejadian serupa.
“Potensi masih ada hingga Februari, kami mengimbau untuk segera melaporkan ke BPBD apabila menemukan kondisi yang membahayakan keselamatan warga,” terangnya.
Cuaca ekstrem terjadi sangat cepat seperti yang terjadi pada Selasa siang. Awalnya cuaca sangat cerah, namun tiba-tiba terjadi hujan deras disertai angin kencang. BPBD menerima laporan dari warga sekitar lokasi di Pohsanten dampak angin kencang adanya pohon nyaris roboh menimpa bangunan. Menindaklanjuti laporan itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu I bersama Pusdalops segera diterjunkan ke lapangan untuk melakukan kaji cepat.
Pohon perindang jenis santen dengan panjang sekitar 5 meter dan diameter kurang lebih 30 centimeter berada dalam kondisi miring di sebelah barat jembatan Banjar Munduk. Pohon tersebut berpotensi tumbang dan dikhawatirkan menimpa bangunan warga di sekitarnya. Artana Putra menambahkan, penanganan dilakukan dengan memangkas pohon yang sudah miring tersebut.
Selain pohon-pohon besar yang berpotensi tumbang, pihaknya juga mengimbau warga di pesisir untuk waspada. Terutama nelayan untuk memperhatikan cuaca dengan potensi angin kencang serta ombak tinggi. (Surya Dharma/balipost)










