Siswa Sekolah Instruktur Penerbang (SIP) melakukan latihan Navigasi Jarak Jauh (NJJ) di Lanud I Gusti Ngurah Rai Bali. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Siswa Sekolah Instruktur Penerbang (SIP) melakukan latihan Navigasi Jarak Jauh (NJJ) di Lanud I Gusti Ngurah Rai Bali. Sebelum kembali ke Home Base di Lanud Adi Sucipto, Yogyakarta, Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai, Kolonel Pnb Reza R.R. Sastranegara, S.Sos., M.A.P. memimpin briefing penerbangan 6 pesawat latih KT-01 Wong Bee di Ruang Rapat, Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali, Kamis (2/12).

“Latihan navigasi jarak jauh adalah salah satu proses akhir dari program pendidikan Sekolah Instruktur Penerbang di Lanud Adi Sucipto, Yogyakarta,” ujar Danlanud sesaat sebelum pesawat KT-01 Wong Bee take off.

Baca juga:  Perluas Wilayah Timur Garuda Layani Manado-Luwuk

Ia menjelaskan rutenya dari Yogyakarta kemudian shortstop di Surabaya, kemudian RON atau Remain Over Night di Bali. “Kemudian keesokan hari kembali dengan rute yang sama,” sebut Danlanud.

Latihan NJJ ini, menurut Danlanud, merupakan bagian wajib yang harus dilalui oleh siswa Sekolah Instruktur Penerbang (SIP) sebelum mengantongi ijazah sebagai Instruktur Penerbang (IP). “Ini memang merupakan ketentuan yang harus dilaksanakan sebelum graduation day atau sebelum siswa dilantik menjadi instruktur penerbang,” paparnya.

Baca juga:  Diduga Terpercik Api Saat Palebon, Pelinggih Gedong Penyimpanan Terbakar

Latihan NJJ dilaksanakan di Lanud I Gusti Ngurah Rai mulai 24 November 2021 sampai dengan 2 Desember 2021. “Dari tanggal 24 kemarin, sudah hampir 10 hari, ini yang terakhir,” ujar Danlanud.

Sebagai Pangkalan Operasi, Lanud I Gusti Ngurah Rai bertugas untuk mendukung semua kelengkapan dukungan operasional penerbangan yang diperlukan dalam proses latihan navigasi jarak jauh.

Sementara itu, salah satu Instruktur Penerbang, Mayor Pnb Idam Satria menuturkan fase pertama navigasi jarak jauh yang dilakukan siswa Instruktur Penerbang adalah berlatih teknik navigasi di ketinggian 13 ribu diatas permukaan laut. “Kemudian fase instruksi mereka mempelajari teknik-teknik untuk memberikan instruksi, karena nantinya mereka akan menjadi instruktur penerbang yang akan mengajarkan teknik-teknik bernavigasi untuk siswa sekolah penerbang,” paparnya. (Yudi Karnaedi/balipost)

Baca juga:  Tabanan Masih Kantongi 1.500 Rumah Tak Layak Huni, Kecamatan Ini Terbanyak
BAGIKAN