
DENPASAR, BALIPOST.com – Mako Polresta Denpasar didatangi massa berpakaian adat madya, Selasa (6/1).
Mereka berkumpul di sebelah timur Polresta dan diduga terkait kasus penganiayaan yang terjadi di Jalan Akasia, Denpasar Timur beberapa waktu lalu.
Informasinya, mereka datang sebagai wujud solidaritas terhadap proses hukum yang dijalani GK.
Dari pantauan di lapangan, kedatangan massa tersebut membuat puluhan personel polresta yang dipimpin Kabagops, Kompol I Nyoman Wiranata, standby di areal Mako.
Hingga pukul 09.40 WITA, massa terus berdatangan. Belum diketahui pasti apa tujuan mereka mendatangi Mako Polresta Denpasar.
Kasus penganiayaan terjadi pada Rabu (31/12/2025). Saat itu KBAP (25) berada di kos temannya. Karena temannya sedang mandi, KBAP ke warung di dekat kos tersebut.
Saat itulah datang sekelompok remaja main kembang api dan terjadi cekcok. Situasi memanas, KBAP mengaku diserang pakai kembang api. Ia langsung ke kos dan mengambil sapu ijuk dan para remaja itu langsung bubar.
Beberapa menit kemudian sejumlah remaja itu datang ke TKP bersama diduga orangtuanya, salah satunya GK yang membawa senjata tajam. KBAP langsung diserang.
Ia berusaha melarikan diri, tapi terus diserang dan akhirnya tergeletak bersimbah darah di jalan depan warung. Akibat kejadian itu KBAP mengalami luka robek di telapak tangan kanan, empat jari tangan kanan, serta luka tusuk di bagian perut bawah pusar.
“Korban (KBAP) menjalani perawatan di RSAD Udayana Denpasar,” kata sumber.
Sementara itu, versi GK melalui kuasa hukumnya, Kadek Wiradana, menyampaikan sebagai korban awal dalam peristiwa tersebut. Pasalnya anak GK dan teman-temannya jadi korban penganiayaan, penyerangan menggunakan senjata tajam.
Sebelumnya anak GK, PSP alias GS (16) pulang ke rumah dan bilang dicekik serta didorong oleh orang tidak dikenal. Mendengar hal itu, GK mendatangi tempat orang yang melakukan penganiayaan.
Setibanya di kos, KBAP keluar dari kos bawa sebatang kayu, lalu masuk kos untuk mengambil senjata tajam. Informasinya KBAP menendang anak-anak tersebut hingga jatuh dari motor. Bahkan diduga hendak melakukan penusukan.
Akibat kejadian tersebut, GS mengalami sakit di bagian leher, lecet di kelingking kaki kiri, trauma dan ketakutan. Sementara korban lainnya, ASS (16), juga nyaris ditusuk dan ditendang di bagian dada hingga mengalami sesak napas serta trauma psikologis. (Kerta Negara/balipost)









