Gubernur Bali, Wayan Koster. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gubernur Bali, Wayan Koster menegaskan pentingnya peran media massa, baik media mainstream konvensional maupun media sosial lintas platform dalam menyampaikan dan mengawal program-program Pemerintah Provinsi Bali kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Koster saat bersilaturahmi dengan insan media yang selama ini turut berperan aktif sejak Pilgub 2024 hingga masa awal pemerintahan periode keduanya, di Gedung Kertha Sabha, Jaya Sabha, Denpasar, Minggu (4/1) petang.

Koster mengungkapkan, pertemuan ini menjadi yang pertama setelah lebih dari 10 bulan dirinya dilantik bersama Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta pada 20 Februari 2025.

“Sekarang ini sudah Januari 2026. Saya dan Pak Wagub sudah lebih dari 10 bulan dilantik, tetapi baru sekarang bisa duduk bareng, ngobrol, dan rileks. Bukan karena tidak mau, tapi karena konsentrasi penuh saya arahkan untuk menyiapkan fondasi pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun,” ujar Koster.

Baca juga:  PKK Provinsi Bali Gelar Rakon

Ia menyampaikan apresiasi kepada para insan media yang sejak awal telah membantu mengawal dan menyosialisasikan berbagai program pemerintah kepada publik. Menurutnya, tanpa peran media, berbagai kebijakan dan program strategis pemerintah tidak akan diketahui masyarakat luas.

“Semua program yang sedang dan akan dijalankan Pemerintah Provinsi Bali sudah tersosialisasi dengan sangat baik. Ini berkat peran kawan-kawan media. Kalau tidak ada media, apa yang kami lakukan tidak akan sampai ke masyarakat,” tegasnya.

Koster menjelaskan, sepanjang 2025 pemerintahannya fokus menyusun regulasi dan agenda strategis yang menjadi landasan pelaksanaan Haluan Bali 100 Tahun. Sejumlah peraturan daerah (perda) dan kebijakan fundamental telah disahkan, sementara regulasi lainnya hampir rampung pada awal 2026.

“Yang berat-berat itu konsennya sudah selesai. Tahun 2026 ini saya akan lebih banyak turun ke masyarakat, melihat langsung kondisi sawah, jalan rusak, persoalan air, hingga rumah tidak layak huni,” katanya.

Baca juga:  Gubernur Koster Sebut Kepala Daerah se-Bali Semangat Ikuti Retret hingga Penutupan

Meski demikian, ia menegaskan bahwa turun ke lapangan tidak akan mengganggu konsistensi pelaksanaan Haluan Bali 100 Tahun. Hal tersebut, kata Koster, merupakan arahan langsung dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri agar pembangunan Bali dijalankan dengan visi jangka panjang yang kuat dan terarah.

“Haluan Bali 100 Tahun ini bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk Bali. Ini membangun peradaban Bali agar tetap kuat, berkarakter, dan beridentitas, sekaligus mampu mengikuti dinamika lokal, nasional, dan global,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan Bali ke depan tidak sekadar pembangunan fisik, tetapi membangun peradaban yang berakar kuat pada budaya, tradisi, dan kearifan lokal Bali. Program-program seperti penggunaan aksara Bali, bahasa Bali, busana adat Bali, serta penguatan produk lokal akan terus dilanjutkan dan diperkuat.

Baca juga:  Ratusan Sopir Transport Konvensional "Mesadu" ke Cagub Koster

“Kita di Bali masih memiliki jati diri yang kuat. Di banyak negara lain, bahkan di Eropa dan Amerika, mereka justru sedang mencari identitas. Bali masih punya, dan itu yang kita rawat dan bangun untuk ratusan tahun ke depan,” jelasnya.

Koster berharap media dapat terus berperan aktif menyampaikan substansi Haluan Bali 100 Tahun kepada seluruh elemen masyarakat agar menjadi pemahaman bersama. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan komunikasi dan anggaran pada awal masa pemerintahan, serta berharap ke depan sinergi dengan media dapat berjalan lebih baik dan rutin.

“Terima kasih atas dedikasi kawan-kawan media sejak Pilkada 2024 hingga perjalanan pemerintahan ini. Mudah-mudahan apa yang kita niatkan bersama bisa berjalan dengan baik demi Bali,” pungkasnya. (kmb/balipost)

BAGIKAN