
DENPASAR, BALIPOST.com – Atmosfer ketegangan dipastikan akan tersaji dalam final Liga Kampung Soekarno Cup 2025 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (13/12) pukul 17.00 WITA.
Dua kekuatan besar, Banteng Bali dan Banteng Jawa Timur (Jatim), akan saling sikut untuk memperebutkan tahta tertinggi dalam laga yang disebut-sebut sebagai “final ideal” ini.
Kedua tim melaju ke partai puncak dengan performa meyakinkan. Jatim mengamankan tiket final setelah menumbangkan Jawa Tengah 2-1 di semifinal pertama, sedangkan Bali tampil perkasa dengan kemenangan 3-1 atas Sulawesi Selatan dalam duel panas semifinal kedua di Stadion Ngurah Rai, Kamis (11/12).
Sementara itu, laga perebutan tempat ketiga antara Sulsel dan Jateng akan digelar di Stadion Dipta pada hari yang sama pukul 08.00 WITA.
Pertarungan semifinal pertama berlangsung sengit. Jatim tampil disiplin dan mencetak dua gol melalui Ryanata Yoga Permana (35’) dan Moh Atta Jibrani (57’). Jateng yang tak mau menyerah memperkecil ketertinggalan lewat penalti Manggih Alifendi (83’), namun waktu tak cukup bagi mereka untuk mengejar. Skor 2-1 mengantar Jatim ke final.
Laga Bali vs Sulsel menjadi drama tersendiri. Pertandingan berlangsung keras; beberapa pelanggaran keras mewarnai duel tersebut.
Bali membuka pesta gol lewat Yulius Holo pada menit 15, disusul penalti I Made Anta Wijaya (35’), sebelum Yulius kembali mencatatkan namanya untuk membawa Bali unggul 3-0 di akhir babak pertama.
Sulsel bangkit di babak kedua dan tampil lebih agresif. Wahyu memperkecil kedudukan menjadi 3-1 pada menit 57, namun pertahanan Bali masih terlalu solid hingga peluit panjang berbunyi.
Pelatih Bali, AA Bramastra (Gung Bram), menyampaikan apresiasi tinggi atas mental juang para pemainnya.
“Saya berterima kasih kepada pemain yang telah puputan hingga akhir. Suksma juga kepada DPD PDI-P Bali dan seluruh suporter. Semoga saat final datang lebih banyak lagi,” ujar Gung Bram.
Ia menambahkan bahwa pemain sempat kelelahan akibat jadwal padat, sehingga fokus utama saat ini adalah recovery. Meski begitu, ia tetap optimis menghadapi Jatim, yang disebutnya sebagai barometer sepak bola Indonesia.
“Kami sudah punya catatan taktikal lawan mereka. Bermain di Dipta jelas jadi motivasi karena fasilitas sangat baik dan pemain muda bisa tampil dengan penuh percaya diri. Target kami jelas mempertahankan gelar juara.”
Pemain Bali Kadek Yoga Prasetya juga mengajak masyarakat Bali memadati Dipta.
“Terima kasih atas support-nya. Datang lebih banyak lagi saat final, kami butuh energi semeton Bali.”
Di kubu lawan, Pelatih Jatim Anies Septyawan menegaskan bahwa timnya siap menghadapi tekanan suporter Bali. “Kami bersyukur lolos final. Melawan Bali pasti seru. Atmosfernya tentu berbeda karena mereka tuan rumah, tapi kami datang untuk jadi juara,” ujarnya.
Anies memastikan pemain Jatim telah dipersiapkan untuk atmosfer besar dan tak akan gentar menghadapi puluhan ribu suporter Bali.
Laga final nanti direncanakan dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Prof. Dr. (HC) Megawati Soekarnoputri. Presiden ke-5 RI itu dijadwalkan menyerahkan secara simbolis bantuan donasi hasil penjualan merchandise dan sumbangan para kader untuk korban banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar. (Suka Adnyana/balipost)










