Tangkapan layar suasana lakalantas dan kemacetan di Selemadeg, Tabanan. (BP/Istimewa)

TABANAN, BALIPOST.com – Kemacetan panjang masih terjadi di jalur nasional Denpasar–Gilimanuk hingga Selasa (9/12), sehari setelah kecelakaan lalu lintas (lakalantas) beruntun terjadi di Banjar Payan, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Tabanan.

Meski kendaraan yang terlibat kecelakaan sudah dievakuasi dan jalur kembali dibuka dua arah, arus kendaraan tetap merayap akibat padatnya volume kendaraan yang melintas.

Kecelakaan beruntun pada Senin (8/12) sore itu terjadi akibat sebuah truk tronton bermuatan besi diduga mengalami rem blong. Sopir truk sempat terjepit dalam kabin.

Baca juga:  Dari Tambahan Puluhan Kasus Positif COVID-19 di Bali, Hampir 50 Persen Ada di Badung

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kendati demikian, dampaknya terasa hingga keesokan harinya karena antrean panjang kendaraan di jalur vital tersebut tidak segera terurai.

Kasatlantas Polres Tabanan, AKP Anton Suherman saat dikonfirmasi, Selasa (9/12), menjelaskan bahwa jalur di lokasi kecelakaan Desa Antap sudah dapat dilalui dua arah sejak Senin malam. “Kendaraan yang terlibat lakalantas sudah berhasil dievakuasi. Jalur sudah bisa dilintasi dua arah,” ujarnya.

Baca juga:  5 Berita Terpopuler: Dari Suhu Bali Capai 34 Derajat Celcius hingga Dua Korban Perkelahian Berdarah di Songan Dimakamkan

Namun, upaya normalisasi kondisi arus lalu lintas kembali terkendala. “Imbas kemacetan kemarin, saat kendaraan mulai mengalir, terjadi lagi truk muatan jatuh,” tambahnya.

Secara terpisah, KBO Lantas Polres Tabanan, Iptu I Made Sumanaya mengungkapkan adanya hambatan tambahan berupa truk bermuatan rongsokan yang mogok di wilayah Jelijih, Selemadeg Timur. “Muatannya sudah berhasil dievakuasi dan dipinggirkan, hanya saja karena kepadatan lalu lintas, kendaraan masih melambat,” jelasnya.

Baca juga:  Kasus Dugaan Korupsi Bedah Rumah di Tianyar, Kejari Karangasem Temukan Bukti Baru

Hingga Selasa siang, petugas masih berada di sejumlah titik untuk mengurai arus kendaraan yang terus menumpuk, mengingat jalur Denpasar-Gilimanuk merupakan salah satu akses logistik yang cukup padat setiap hari. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN