Alat berat merobohkan bangunan ruko di Jalan Sulawesi, Denpasar, Kamis (11/9). Ruko tersebut dirobohkan pasca bagian belakang bangunan tersebut ambrol tergerus luapan air Tukad Badung pada Rabu (10/9). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sehari pascaditerjang banjir bandang, Pemkot Denpasar bersama TNI dan Polri fokus pada pembersihan Pasar Badung, Pasar Kumbasari, dan bangunan amblas di Jalan Sulawesi, Kamis (11/9).

Pembersihan juga melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN). “Kita juga melibatkan OPD untuk membersihkan kawasan heritage kita, Jalan Gajah Mada, Jalan Sumatera, Sulawesi, dan juga Hasanudin,” ujar Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa.

Baca juga:  Juara Production Perkuat Posisi sebagai Agensi Integrasi Media Andal

Menurutnya, sekitar 800 orang tenaga dikerahkan yang berasal dari ASN Pemkot Denpasar, TNI, dan Polri. Mereka bergotong royong membersihkan dua pasar ikonik di Denpasar itu.

Arya Wibawa menyatakan, dengan langkah tersebut, diharapkan sesegera mungkin dapat melakukan langkah-langkah recovery pascabencana banjir.

Terkait pedagang, diperkirakan dapat kembali berjualan 2 sampai 3 hari lagi, mengingat basement Pasar Badung masih tahap penyedotan. Sementara, status tanggap darurat masih berlaku hingga 7 hari, sejak Rabu (10/9.

Baca juga:  Warga Mulai Kesulitan Beli Elpiji 3 Kg, Antre hingga 2 Jam di Pangkalan

“Mudah-mudahan 7 hari ini bisa selesai. Kalau belum, kita bisa perpanjang lagi. Mudah-mudahan Denpasar bisa pulih kembali,” ujarnya. (Citta Maya/balipost)

BAGIKAN