Petugas mengamankan pendemo anarkis dan dibawa masuk ke Kantor DPRD Bali. (BP/ken)

DENPASAR, BALIPOST.com – Demo anarkis yang terjadi di depan Kantor DPRD Bali berlangsung alot. Aksi massa anarkis mulai Sabtu (30/8) pukul 17.45 WITA hingga Minggu (31/8) pukul 02.00 WITA.

Mereka merusak mobil polisi, membakar dan melempari petugas menggunakan batu, petasan hingga bom molotov.

Dari pantauan di lapangan, pukul 17.00 WITA, massa mulai berkumpul di selatan Kantor DPRD Bali, Jalan Kusuma Bangsa, Denpasar. Selanjutnya pukul 17.45 WITA, mobil water cannon, Raimas dan truk boks milik Polda Bali datang dari utara hendak masuk ke kantor DPRD.

Mobil water cannon berhasil masuk, sedangkan mobil Raimas dan truk boks langsung diserang massa. Massa melempari mobil tersebut menggunakan batu dan melakukan pengerusakan.

Baca juga:  Sampai 13 April, Perairan Bali Dilanda Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter

Barang-barang yang ada di mobil boks seperti tameng, helm, pentungan, dan laras pelontar gas air mata dijarah massa. Massa juga membakar bagian depan mobil boks tapi keburu dipadamkan satpam kantor DPRD menggunakan apar.

Dalam aksi penjarahan ini, seorang polisi Aiptu I Wayan Ardy terluka di wajahnya. Diduga terkena lemparan batu saat massa melakukan penjarahan di mobil boks milik polisi, yang dikemudikannya.

Massa leluasa melakukan aksinya karena belum ada pasukan pihak kepolisian di sana. Pukul 18.00 WITA, puluhan pasukan Sabhara tiba di lokasi dan massa langsung mundur ke selatan. Selanjutnya petugas mengamankan mobil dan peralatan yang dirusak massa.

Baca juga:  Libur Akhir Tahun, Bali Diproyeksi Alami Peningkatan Wisatawan hingga 20 Persen

Lima Water Cannon dan Rantis Dikerahkan

Setelah itu barulah datang pasukan Dalmas dan Brimob yang jumlahnya ratusan lengkap dengan peralatan lengkap, termasuk lima mobil water cannon dan rantis. Massa langsung menyerang dengan lemparan batu dan kembang api.

Petugas membalas dengan menembakkan gas air mata dan menyemprotkan air menggunakan mobil water cannon ke pendemo. Selain itu anggota Operasional (Opsnal) yang jumlahnya puluhan langsung bergerak, menangkap satu per satu pendemo dan langsung dibawa masuk ke kantor DPRD.

Pendemo melakukan aksi tarik ulur hingga tengah malam di selatan kantor DPRD Bali. Saat pasukan Dalmas dan Brimob maju, mereka mundur. Begitu pasukan kepolisian mundur, mereka maju.

Baca juga:  Sisa Beras Untuk Pengungsi Mulai Diserang Kutuan

Selain menembakkan petasan ke petugas, pendemo juga membakar perlengkapan polisi yang berhasil dijarah seperti tameng. Selain itu massa juga membakar ban yang diduga sudah disiapkan sebelum aksi.

Pukul 22.00 WITA pasukan Anti Anarkis Brimob mengendarai sepeda motor trail tiba di lokasi kejadian. Pasukan tersebut langsung menyeruak ke kekerumunan massa. Alhasil massa langsung kocar-kacir.

Akhirnya pada Minggu (31/8) pukul 02.00 WITA pendemo berhasil dibubarkan. “Anggota masih standby di Renon, belum pulang,” kata Kapolsek Denpasar Timur Kompol Ketut Tomiyasa.(Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN