
MANGUPURA, BALIPOST.com – Hujan deras yang disertai angin kencang mengguncang persiapan Badung Caka Fest 2026 di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung. Cuaca ekstrem yang terjadi pada Rabu (4/3) malam hingga dini hari membuat rigging di area pameran ogoh-ogoh di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, bergoyang hebat.
Kondisi tersebut sempat membuat pengunjung dan peserta yang membawa ogoh-ogoh merasa waswas. Terpaan angin kencang bahkan menggoyangkan sejumlah ogoh-ogoh yang dipajang di dalam tenda.
Peristiwa ini pun cepat menyebar di media sosial karena sebagian besar ogoh-ogoh memiliki bobot lebih dari 100 kilogram.
Salah satu peserta yang terdampak adalah Sekaa Teruna (ST) Putra Laksana dari Banjar Bersih, Desa Adat Tegal, Darmasaba. Mereka membawa ogoh-ogoh berjudul “Prayatna” ke Puspem Badung dengan perjuangan cukup berat akibat cuaca buruk.
Undagi ogoh-ogoh, Adnyana Putra, menuturkan rombongan awalnya merencanakan berangkat lebih awal dengan estimasi perjalanan sekitar dua jam. Namun rencana tersebut terpaksa diundur karena hujan badai turun saat proses persiapan dan pengepakan ogoh-ogoh di banjar.
Menurutnya, rombongan sebenarnya menargetkan berangkat sekitar pukul 20.00 Wita. Namun karena hujan deras disertai angin kencang, mereka akhirnya menunggu hingga kondisi sedikit mereda dan baru berangkat sekitar pukul 22.00 Wita. Ogoh-ogoh dibawa menggunakan sistem knockdown sehingga mudah dibongkar pasang.
Awalnya perjalanan dari Banjar Bersih menuju Puspem Badung berlangsung sekitar dua jam dengan kondisi cuaca relatif cerah. Namun sesampainya di gapura Puspem Badung, hujan deras dan angin kencang kembali turun.
“Begitu sampai di gapura Puspem Badung, hujan deras dan angin kencang sekali. Untungnya kami sudah plastikin ogoh-ogohnya. Kami harus menembus hujan untuk memindahkan ogoh-ogoh ke dalam tenda,” ungkap Adnyana Putra, Kamis (5/3).
Cuaca buruk juga membuat proses perakitan ogoh-ogoh “Prayatna” sempat tertunda. Sejumlah bagian karya tersebut diamankan terlebih dahulu di area parkir Gedung Giri Nata Mandala sambil menunggu hujan mereda hingga dini hari.
Adnyana mengakui ada beberapa kerusakan kecil akibat terpaan hujan dan angin. Namun tim langsung melakukan pengecekan dan perbaikan agar ogoh-ogoh tetap siap mengikuti penilaian.
“Pasti ada sedikit-sedikit kerusakan. Jadi bagian yang rusak kami teliti lagi dan kami perbaiki agar tetap maksimal saat penilaian,” jelasnya.
Sementara itu, cuaca ekstrem juga menyebabkan beberapa rangka stand rigging di area pameran bergeser. Kondisi ini sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan ogoh-ogoh yang dipajang di dalam tenda.
Ketua Panitia Badung Caka Fest 2026, Ida Bagus Agung Munika, mengakui hujan deras dan angin kencang sempat berdampak pada fasilitas tenda di area pameran ogoh-ogoh di Puspem Badung.
Dari laporan yang diterima, beberapa bagian rangka tenda memang bergeser akibat terpaan angin kencang. Namun panitia langsung melakukan perbaikan serta penguatan struktur.
“Ada rangkanya bergeser satu dua titik. Ini sudah kami perbaiki untuk kenyamanan adik-adik peserta dan keamanan ogoh-ogoh yang dipajang. Hari ini kami sudah melakukan perbaikan,” jelasnya.
Munika yang juga menjabat Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung menambahkan, panitia telah melakukan berbagai langkah antisipasi menjelang pembukaan Badung Caka Fest 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (6/3) sore.
Selain memastikan kesiapan teknis, panitia juga memohon perlindungan secara sekala dan niskala agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar.
“Mudah-mudahan cuaca mendukung sehingga pelaksanaan Badung Caka Fest 2026 dapat berjalan dengan baik,” ucapnya. (Parwata/balipost)






