Siswa SMPN 6 Singaraja menikmati MBG yang menyajikan ayam betutu, Jumat (9/1). (BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Buleleng pada awal 2026 mulai mengangkat potensi pangan lokal. Menu perdana yang disajikan kepada siswa, salah satunya ayam betutu, yang didistribusikan ke tiga sekolah di Singaraja pada Jumat (9/1) pagi.

Adapun sekolah penerima manfaat meliputi TK Kemala Bhayangkari, SMP Negeri 6 Singaraja, dan SMA Negeri 1 Singaraja. Ketiga satuan pendidikan tersebut berada dalam cakupan layanan SPPG Buleleng–Kaliuntu 2 dengan total penerima manfaat mencapai 2.303 siswa.

Kepala SPPG Buleleng–Kaliuntu 2, saat ditemui di sela-sela pendistribusian di SMPN 6 Singaraja, mengungkapkan bahwa penyajian ayam betutu merupakan tindak lanjut dari instruksi Badan Gizi Nasional (BGN) agar penyaluran MBG mengangkat menu pangan lokal, khususnya khas Buleleng. “Karena itu, pada pendistribusian perdana ini kami memilih menu ayam betutu. Ke depan, kami juga akan terus melakukan inovasi menu lainnya pada minggu-minggu selanjutnya,” ujarnya.

Baca juga:  Kepergok Nyuri Motor, Pria Diduga Gangguan Jiwa Diamuk Warga

Meski demikian, dalam pelaksanaannya ditemukan sejumlah siswa yang memiliki alergi terhadap daging ayam. Untuk menyiasati kondisi tersebut, SPPG menyediakan menu pengganti berupa telur, tempe, dan tahu, namun tetap diolah dengan bumbu khas betutu. “Masih cukup banyak anak-anak kami, khususnya di tiga satuan pendidikan ini, yang alergi ayam. Sehingga kami melakukan penyesuaian menu agar tetap aman dan bisa dikonsumsi,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh proses pengolahan makanan dilakukan dengan pengawasan ketat. Sebelum dikemas dan didistribusikan, bahan makanan terlebih dahulu menjalani uji laboratorium menggunakan test kit, meliputi pemeriksaan kandungan nitrit, sianida, dan formalin.

Baca juga:  Jokowi Minta Guru Bangun Mentalitas dan Karakter Anak Didik

Pemeriksaan tersebut dilakukan bekerja sama dengan Biddokkes serta dokter kesehatan Polres Buleleng pada pukul 04.30 WITA.

“Setelah uji laboratorium, kami juga melaksanakan uji organoleptik, yakni melihat, mencicipi, dan menilai kelayakan makanan. Jika sudah dinyatakan layak konsumsi, barulah makanan dikemas,” terangnya.

Sementara itu, Kabag Ren Polres Buleleng, AKP Komang Sudarsana, berharap program MBG benar-benar memberikan manfaat optimal bagi peserta didik, baik dari sisi kesehatan maupun peningkatan akademik.

Baca juga:  Pengurugan di Pelabuhan Benoa, Langgar Peruntukkan Jika Dibangun Fasilitas Penunjang Pariwisata

“Kami menekankan agar pelaksanaan MBG ini dijalankan sesuai juknis dan SOP yang berlaku. Berapapun anggaran yang diterima dari BGN harus dikelola dengan baik dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Ia juga memastikan keterlibatan tenaga medis dalam pengawasan harian. “Setiap hari ada dokter dari klinik Polres yang standby melakukan pengecekan laboratorium. Jika makanan dinilai tidak layak, tentu tidak akan didistribusikan kepada anak-anak,” pungkasnya. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN