Kepala BNN, Komjen Pol. Dr. Marthinus Hukom menjelaskan bahaya narkoba dihadapan seribu mahasiswa di Jimbaran. (BP/ken)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Penyelundupan dan peredaran narkoba masih masif di Indonesia yang dilakukan oleh sindikat nasional serta internasional. Hal ini merupakan salah satu bukti jika Indonesia sedang dilumpuhkan oleh sindikat barang terlarang tersebut. Terutama menyasar generasi penerus bangsa.

Hal ini disampaikan Kepala BNN, Komisaris Jenderal (Komjen) Pol. Dr. Marthinus Hukom, S.I.K., M.Si. saat beri kuliah umum seribu mahasiswa beberapa perguruan tinggi di Gedung Widya Sabha Kampus Unud, Jimbaran, Selasa (15/7).

Baca juga:  Selundupkan 1,4 Kilo Kokain dan Puluhan Butir Ekstasi, Wanita Peru Gunakan Modus Ini

Komjen Marthinus menjelaskan baru kali ini Presiden RI yaitu Prabowo Subianto fokus melihat bahwa narkoba itu bukan sekadar kamtibmas, tapi merupakan isu ketahanan. Ketika moralitas bangsa dihancurkan maka perlahan-lahan ketahanan negara runtuh.

“Ada isu sangat krusial di sini menyangkut ketahanan kita. Ini dihubungkan fenomena penggunaan narkoba di dunia dan pernah dua kali perang candu. Hari ini alami hal sama walaupun tidak dilakukan negara punya kesengajaan memasukan barang haran ini ke negeri lain, tapi secara fisik hal ini terjadi,” tegasnya.

Baca juga:  Jika PPN Naik 12 Persen, Pelaku Usaha Makin Terhimpit dan Pertumbuhan Ekonomi Terkoreksi

Marthinus menjelaskan akhir-akhir ini BNN bersama TNI AL, Bea Cukai dan Polri mengungkap 5 ton narkoba. Ini artinya masuknya narkoba sangat masif. “Tidak berlebihan jika hari ini Indonesia darurat narkoba. Tidak berlebihan Indonesia sedang dilumpuhkan, generasi muda dilumpuhkan sindikat nasional dan internasional. Ini realitas sedang terjadi,” ungkap Marthinus.

Jenderal bintang tiga ini menegaskan narkoba merupakan fenomena yang merusak fisik, kesehatan mental, dan interaksi sosial. Kalau bicara virus serangannya terhadap tubuh munsia. Sedangkan narkoba bukan hanya menyerang tubuh tapi relasi sosial, mematikan moral setiap orang. Kematian moral akan berdampak pada komunitas. (Kerta Negara/balipost)

Baca juga:  Menko Luhut : Bali Tak Butuh Turis Nakal
BAGIKAN