Suasana pemeriksaan dokumen keimigrasian di tempat pemeriksaan imigrasi, Bandara Ngurah Rai. (BP/Dokumen)

BANDUNG, BALIPOST.com – Personel imigrasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ditambah untuk mengatasi antrean panjang imbas gangguan pusat data nasional (PDN). Selain Bandara Ngurah Rai, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia juga menambah personel di dua bandara utama lainnya.

Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Silmy Karim dikutip dari Kantor Berita Antara mengatakan penambahan personel tersebut dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta Tanggerang dan Bandara Hang Nadim Batam. “Karena tiga ini adalah bandara yang paling sibuk, untuk yang lain masih bisa teratasi dengan baik,” kata Silmy di Bandung, Sabtu (22/6).

Baca juga:  Dua Hari Berturut-turut!! Bali Laporkan Tambahan Puluhan Kasus Positif COVID-19

Dia mengungkapkan, pemeriksaan keimigrasian masih dilakukan secara manual. Petugas menerapkan cap kedatangan dengan menuliskan keterangan tanggal, jam, nomor penerbangan, paraf petugas serta dilakukan dokumentasi.

“Hari ini adalah hari ketiga PDN itu bermasalah, sehingga layanan imigrasi terganggu, khususnya yang paling terasa adalah di bandara. Saya kemarin ke Bandara Soekarno-Hatta memastikan layanan manual, jadi kembali lagi kita sebelum era digitalisasi,” katanya.

Ia menegaskan bahwa gangguan tersebut bukan dari sistem imigrasi, melainkan pada PDN sebagai tempat instansi pemerintah menaruh satu jaringan data. Sehingga, dampaknya langsung mempengaruhi pelayanan imigrasi.

Baca juga:  Realisasi Era Baru Saat COVID-19 Meningkat, Ini Ditekankan Pangdam

“Tentu kita tidak berdiam diri, di bandara yang sudah dulu digital jadi manual, pelayanan yang sudah otomatis jadi manual dan pengecekan juga manual, nah ini yang membuat waktunya lama,” katanya.

Meskipun sistem sedang terkendala, kata dia, imigrasi tetap memberikan pelayanan seoptimal mungkin agar penumpang tetap berangkat sesuai jadwal pesawat, begitu pula pada saat kedatangan.

Selain itu, Silmy mengatakan bahwa Kementerian Kominfo masih bekerja untuk menangani kendala pada PDN.

Baca juga:  Sebulan Lebih Tangani COVID-19, Segini Persentase Sembuh Pasien Positif di Bali

“Kominfo tentu mereka sedang usaha keras, ini harus jadi pelajaran besar bukan hanya untuk imigrasi tapi juga layanan publik lainnya untuk bisa memanfaatkan infrastruktur data yang aman dan diandalkan,” katanya. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *