Suasana di Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah, Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Laporan korban jiwa karena kebakaran gudang elpiji di Jalan Cargo Taman I, Denpasar kembali bertambah. RSUP Prof. Ngoerah dalam laporan hariannya per Jumat (14/6) menyampaikan ada dua lagi korban luka bakar yang meninggal.

Dua korban meninggal ini atas nama Danu Sembara (36) dan Eko Budi Santoso (37). Dijelaskan Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Prof. Ngoerah, dr.Affan Prigambodo Permana, Sp.BS (K), Danu meninggal pada Kamis (13/6) pukul 23.05 WITA. Korban merupakan rujukan RSD Mangusada dan mengalami luka bakar mencapai 79 persen.

Baca juga:  Kembali Terjadi, Keluarga Minta Jenazah "Probable" COVID-19 Dibawa Pulang

Sedangkan Eko, meninggal pada Jumat ini pukul 05.40 WITA. Korban juga merupakan rujukan dari RS Mangusada dan menderita luka bakar mencapai 80 persen.

Dalam laporan RSUP Prof. Ngoerah, dijelaskan masih ada 9 pasien yang dirawat karena luka bakar. Seluruhnya menggunakan ventilator atau alat bantu pernafasan. Rata-rata menderita luka bakar di atas 30 persen.

Dengan tambahan dua korban jiwa ini, total ada 9 orang yang meninggal karena kebakaran gudang elpiji itu. Mereka adalah Danu Sembara, Eko Budi Santoso, Katiran, Yoga Wahyu Pratama, Purwanto, Petrus Jewarut, Robiaprianus Amput, Yudis Aldiyanto dan Edi Herwanto.

Baca juga:  H-2, Antrean di Gilimanuk Tiga Jam

Sebelumnya, kebakaran hebat terjadi di Jalan Cargo Taman Satu, Denpasar Utara, Minggu (9/6). Gudang elpiji dilalap si jago merah dan beberapa kali dentuman keras terdengar hingga wilayah Dalung, Kuta Utara.

Informasi diperoleh di lapangan, kebakaran itu terjadi pukul 06.30 WITA. Terbakarnya gudang berisi puluhan tabung gas tersebut menimbulkan api membumbung tinggi disertai asap hitam pekat.

Polisi melaporkan ada 18 korban luka bakar akibat peristiwa ini. (Eka Adhiyasa/balipost)

Baca juga:  Tambahan Warga Bali Tertular COVID-19 di Atas 60 Orang, Korban Jiwa Kembali Dilaporkan
BAGIKAN