Beberapa orang dari keluarga besar korban menunggu proses pemulangan jenazah Robiaprianus Amput di depan kamar jenazah RSUP Prof. Ngoerah, Rabu (12/6). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Korban meninggal kebakaran gudang elpiji di Jalan Cargo Taman I, Denpasar kembali bertambah. Dua lagi korban yang dirawat di RSUP Prof. Ngoerah menghembuskan nafas terakhir karena luka bakarnya mencapai 70 persenan.

Kedua korban jiwa yang terbaru ini merupakan kakak beradik asal NTT. Sang kakak, Petrianus Jewarut alias Ernus (31), lebih dulu meninggal pada Selasa (11/6) pukul 21.30 WITA. Sementara sang adik, Robiaprianus Amput (23), meninggal pada Rabu (12/6), sekitar pukul 10.30 WITA.

Dengan meninggalnya kakak beradik ini, total korban jiwa dari kebakaran gudang elpiji pada Minggu (9/6) mencapai 5 orang. Sebelumnya, ada tiga korban yang meninggal setelah sempat menjalani perawatan di RSUP Prof. Ngoerah, yakni Purwanto, Yudis Aldianto dan Edi Hermanto.

Baca juga:  Menata Tukad Badung, Wujudkan DAS Jadi Ikon Baru Kumpul-kumpul Kalangan Muda

Menurut Direktur Medik dan Keparawatan RSUP Prof. Ngoerah, dr Affan Prigambodo Permana Sp BS (K) jumlah pasien luka bakar dari kebakaran gudang elpiji yang masih dirawat sebanyak 11 orang. Semuanya dengan alat bantu nafas, dan satu diantaranya menjalani operasi untuk luka bakarnya.

“Total yang dirawat saat ini 11 orang. Seluruhnya dirawat di unit luka bakar RSUP Prof Ngoerah dibawah instalasi rawat intensif dan luka bakar. Tidak ada yang dirawat di luar ruangan tersebut,” terang dr. Affan.

Baca juga:  Lapangan Sutasoma Mesti Dibersihkan, Kembalikan Fungsinya

 

Disampaikan juga bahwa sampai Rabu, tidak ada penambahan pasien luka bakar yang dirujuk ke RSUP Prof. Ngoerah. Untuk 11 pasien tersebut masih dilakukan perawatan resositasi atau penanganan kegawatan.

Sementara itu, salah satu anggota paguyuban Ikatan Manggarai Barat (Ikamaba) Bali, Bernardinus mengatakan bahwa hubungan kedua korban yang meninggal ini adalah adik kakak. Kakaknya meninggal dunia pada Selasa malam, dan proses pemulangan jenazahnya dilakukan pada pagi hari.

Baca juga:  Kumulatif Transmisi Lokal di Bali Hampir Capai 60 Persen, Ini 3 Besarnya

“Setelah dapat berita, saya langsung kesini sama teman-teman yang lain dari keluarga besar. Dan langsung proses, itu tadi kita sudah evakuasi dari sini ke Labuan Bajo”, kata Bernard di depan kamar jenazah RSUP Prof Ngoerah.

Diceritakan juga bahwa saat jenazah Ernus dimasukkan ke cargo, pihaknya mendapatkan info kalau Robiaprianus meninggal dunia juga. Jadi ia kembali ke RSUP Prof Ngoerah untuk mengurus pemulangan jenazah. Untuk biaya rumah sakit dan pemulangan jenazah semuanya ditanggung perusahaan tempat keduanya bekerja. (Eka Adhiyasa/balipost)

BAGIKAN