Sejumlah kendaraan antre menuju Pelabuhan Gilimanuk, Minggu (26/5) malam dampak cuaca buruk di Selat Bali. (BP/Istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Angin kencang dan arus deras di perairan dermaga mengakibatkan antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk, Minggu (26/5) malam. Ekor antrean kendaraan didominasi truk dan bus hingga keluar Pelabuhan Gilimanuk sekitar dua kilometer atau pertigaan Cekik.

Menumpuknya kendaraan ini disebabkan kendala kapal sandar di Pelabuhan Ketapang karena dampak arus deras. Beberapa sopir truk mengaku antre hingga dua jam lebih dan belum masuk Pelabuhan.

Baca juga:  7 September Diusulkan Hari Perlindungan Pembela HAM

Pengawas Satuan Pelaksana Pelabuhan Gilimanuk, I Made Ria Fran Dharma Yudha, Senin (27/5) membenarkan adanya kendala cuaca buruk di Selat Bali berupa angin kencang disertai arus deras pada Minggu (26/5) malam. Arus deras tersebut menyebabkan kapal yang akan sandar di Pelabuhan Ketapang mengalami kesulitan olah gerak dan bongkar muat.

Hal tersebut berdampak terjadi kekosongan sekitar 30 sampai dengan 45 menit di tiap dermaga Pelabuhan Gilimanuk.

Baca juga:  2023, Tiga Sungai di Karangasem akan Dinormalisasi

Di jalur penyeberangan Gilimanuk-Ketapang dioperasikan 26 Kapal Motor Penumpang (KMP). Masing-masing 5 kapal di Dermaga 1, Dermaga 2 dan Dermaga 3.  4 kapal di Dermaga MB4, dan 7 kapal di dermaga LCM. Kekosongan itu mengakibatkan antrean kendaraan didominasi truk dan bus bertepatan dengan akhir pekan usai libur panjang.

BPTD Pelabuhan Gilimanuk telah berkoordinasi dengan ASDP Indonesia Ferry serta mengerahkan petugas mengatur lalu lintas dan mengurai kemacetan. Setelah kondisi normal, kapal bisa bersandar dan aman bongkar muat, antrean di Gilimanuk berangsur menyusut. “Kondisi cuaca buruk sempat mengganggu. Angin kencang disertai arus deras menyebabkan kapal kesulitan olah gerak di dermaga Ketapang,” terangnya. (Surya Dharma/balipost)

Baca juga:  Polsek Gilimanuk Amankan Jamu Ilegal
BAGIKAN