KPU Gianyar menggelar simulasi pencoblosan untuk Pilkada serentak yang digelar 27 Juni 2018. (BP/Dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Menjelang Pilkada Serentak pada 27 November 2024 mendatang, desas-desus pasangan calon (paslon) yang akan bertarung semakin terlihat. Khusus untuk Pilgub, Parpol sepertinya mulai tentukan paslon.

PDI Perjuangan yang menguasai kursi DPRD Provinsi Bali pada Pemilu 2024 lalu, yaitu sebanyak 57,18 persen (32 kursi dari 55 kursi) dipastikan bisa mengusung pasangan calon sendiri tanpa harus berkoaliasi. Sedangkan, Partai Golkar yang memperolah 7 kursi (12,73 %) tidak menutup kemungkinan akan berkoalisi dengan Partai Gerindra yang memperoleh 10 kursi (18,18%), dan Partai Demokrat yang memperoleh 3 kursi (5,45%).

Apalagi, ketiga partai ini merupakan Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengusung pasangan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih, Prabowo-Gibran pada Pemilu 2024 lalu. Di kubu PDI Perjuangan, seluruh DPC PDI Perjuangan se-Bali telah sepakat merekomendasikan kembali pasangan incumbent, Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace) untuk maju kembali menjadi calon Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2 tahun 2024-2029.

Baca juga:  10 Bulan Terakhir, 6 Kali Bali Deflasi

Kesepakatan ini telah disetujui dalam rapat internal, di Kantor DPD PDI Perjuangan Bali, Jalan Banteng Baru Nomor 4, Niti Mandala Denpasar, Selasa (2/4). Jika pasangan calon ini tidak tersandung kasus hukum yang menggugurkan persyaratan untuk dicalonkan, incumbent dipastikan diusung kembali.

Sementara itu, di kubu Partai Golkar bersama Koalisi Indonesia Maju (KIM) telah komit akan mengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur tersendiri untuk melawan pasangan calon dari kubu PDI Perjuangan. Bahkan, komunikasi dengan masing-masing pimpinan partai KIM terus dilakukan agar KIM solid hingga di daerah. Hal ini ditegaskan oleh Ketua DPD I Partai Golkar, I Nyoman Sugawa Korry, Senin (8/4).

Baca juga:  Pemerintah Tetapkan Awal Ramadan

Siapa bakal calon yang akan diusung, Sugawa Korry mengatakan masih akan melihat hasil survey independen. Kendati demikian, bursa nama-nama bakal calon yang diusung Partai Golkar dan KIM telah bermunculan. Bahkan, nama Sugawa Korry pun masuk dalam radar. Di samping ada nama Pj. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya dan eks Bupati Karangasem, I Wayan Geredeg.

Menanggapi hal ini, Sugawa Korry menyebut dirinya mengaku belum bisa menentukan. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada hasil survei.

Baca juga:  Atasi Kemacetan di Jalur Bandara Ngurah Rai, Skema Bus Antar Jemput Diberlakukan

Sebab, dirinya masuk sebagai bakal calon gubernur karena ada surat penugasan untuk bersosialisasi dari DPP Partai Golkar. Apalagi, politikus asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Buleleng ini juga digadang-gadang sebagai bakal calon Bupati Buleleng pada Pilkada 2024 ini. “Itu surat penugasan untuk bersosialisasi dari DPP (Partai Golkar,red), nanti akan diuji dengan survey independen,” ujar Sugawa Korry, Senin (8/4).

Ditanya terkait kemungkinan berkoalisi dengan PDI Perjuangan pada Pilgub Bali, Sugawa Korry menegaskan belum berkomunikasi dengan PDI Perjuangan Provinsi Bali. Dikatakan bahwa saat ini Partai Golkar dan partai lainnya fokus konsolidasi di masing-masing internal partai. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN