Kapolda Bali saat meninjau situasi di dalam areal Pelabuhan Gilimanuk, Rabu (3/4). (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Kapolda Bali Irjen. Pol. Ida Bagus Kade Putra Narendra meninjau kesiapan pengamanan dan pengaturan arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk, Rabu (3/4) siang. Kunjungan ini dilakukan guna memastikan kelancaran dan keamanan pemudik menyeberang ke Pulau Jawa.

ASDP pada arus mudik di jalur Gilimanuk-Ketapang akan menambah 2 kapal besar lagi, setelah sebelumnya menambah 4 kapal besar sehingga total 6 kapal besar perbantuan. Kapolda Bali mengatakan Gilimanuk merupakan pintu gerbang Bali Barat, sehingga pengamanannya harus maksimal.

Baca juga:  Mobil Pick Up Ditahan, Coba Selundupkan Pemudik Ditutupi Terpal

Terlebih, diprediksi pada tahun ini jumlah pemudik akan lebih padat dibanding tahun sebelumnya. Polda Bali telah mengerahkan 2.000 personel untuk pengamanan arus mudik di seluruh Bali, termasuk di Pelabuhan Gilimanuk, Bandara Internasional Ngurah Rai, dan Pelabuhan Padangbai.

“Kita semua harus bekerja secara humanis dan mengarahkan para pemudik agar tidak antri dan berjubel,” ujarnya.

Untuk kelancaran, hingga kemarin malam truk angkutan berat atau sumbu tiga diprioritaskan untuk menyeberang terlebih dahulu. “Malam ini, semua truk besar harus sudah clear dan tidak ada lagi yang menyeberang,” kata Kapolda.

Baca juga:  Kapolda Tegaskan Tidak Akan Keluarkan Izin Keramaian di Akasaka

Pemudik yang diprioritaskan adalah angkutan penumpang, sepeda motor, dan kendaraan kecil.

Sementara itu, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Syamsudin, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiagakan 56 kapal eksisting dan 6 kapal tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan pada arus mudik tahun ini. Kapal besar menurutnya sudah mulai beroperasi dan dapat memberangkatkan banyak sepeda motor di dermaga MB IV.

Baca juga:  Takahide Valentino Latih Renang dan Urus Basket

Syamsudin menambahkan bahwa pihaknya memprioritaskan pengguna jasa non-truk, baik itu sepeda motor, kendaraan kecil (mobil) dan bus atau angkutan umum. Sedangkan truk besar yang masih diperbolehkan menyeberang atau tak kena pembatasan akan dibuatkan jalur tersendiri langsung ke LCM. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *