NEGARA, BALIPOST.com – Desa Adat Berangbang di Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana menggelar karya ngenteg linggih di Pura Khayangan Jagat Pucak Luhur Berangbang Agung. Rangkaian upacara ini telah berlangsung sejak Januari, dimana puncak karya pada Purnama Kedasa, 24 Maret 2024. Karya ngenteg linggih di Pura Berangbang Agung ini digelar setelah pembangunan fisik yang berjalan hampir 23 tahun.

Pura Kahyangan Jagat yang berada di Banjar Munduk Tumpeng, kawasan perbukitan Berangbang ini memiliki histori tersendiri bagi masyarakat sekitar. Sejumlah peninggalan arkeologi yang diperkirakan dari peradaban Kerajaan Berangbang ditemukan di sekitar pura. Termasuk peti kubur (sarkofagus) yang masih utuh dan sejumlah artefak lain.

Baca juga:  Desa Adat Jelekungkang Apresiasi Hari Arak Bali

Bendesa Adat Berangbang, I Made Saha Arimbawa mengatakan proses pembangunan dilakukan sejatinya sejak tahun 2000 lalu. para penglingsir kala itu mendapatkan pawisik, di sana terdapat peninggalan kerajaan Berangbang.

Seperti ada salah satu sarkofagus dan pernah dibawa dan disimpan di museum Gilimanuk. Namun mungkin karena tidak cocok, kemudian Sarkofagus itu dikembalikan lagi.

Di pura ini juga terdapat pelinggih Meru Tumpang Sembilan. Meru tersebut beberapa kali mengalami musibah hingga rusak. Pertama sempat diterjang angin kencang, kemudian belum lama ini sekitar tahun 2021 tersambar petir.

Baca juga:  Pemkab Lakukan Ini Untuk Siswa Yang Sekolah Keluar Jembrana

Setelah itu, secara intens melalui panitia pembangunan pura dilakukan pembangunan fisik. Termasuk meru tumpang sembilan atas petunjuk dan diganti secara keseluruhan hingga dasar dan menjadi tumpang sebelas mengikuti Pura Kahyangan Jagat.

Akhirnya pada tahun 2023, pembangunan selesai dan desa adat menggelar upacara ngenteg linggih yang dimulai sejak Januari 2024 lalu. Dalam pelaksanaan upacara ini, menelan anggaran hingga Rp1,6 miliar. Desa adat dan panitia karya mendapatkan bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Badung, serta uron-uron, punia dari krama dan donatur sehingga pelaksanaan dapat berjalan hingga puncak karya.

Baca juga:  H-2, Antrean di Gilimanuk Tiga Jam

Selama pelaksanaan prosesi ngenteg linggih dipuput tujuh sulinggih. Pada prosesi mendem pedagingan di Padmasana Meru Tumpeng Solas turut diikuti Bupati Jembrana ke-8, Ida Bagus Indugosa. Desa adat berharap apa yang dilakukan masyarakat secara sekala dan niskala senantiasa akan diberikan kerahayuan. (Surya Dharma/balipost)

Tonton selengkapnya di video

BAGIKAN