Iring-iringan prosesi malasti di kawasan Pura Ulun Danu Beratan, Rabu (6/3). (BP/Istimewa)

TABANAN, BALIPOST.com – Upacara malasti atau penyucian diri menjelang hari raya Nyepi sangat ditunggu oleh wisatawan mancanegara. Momen iringan-iringan prosesi pamalastian juga dinilai mampu menambah daya tarik objek wisata dan mendongkrak jumlah kunjungan.

Di Kabupaten Tabanan, selain pantai, Pura Ulun Danu Beratan di Kecamatan Baturiti juga menjadi pusat kegiatan ritual malasti. Upacara malasti adalah upacara membersihkan pratima (benda suci yang disakralkan) untuk mengawali perayaan hari suci Nyepi Tahun Baru Çaka yang digelar setiap tahun.

Tak jarang momen ini dapat menyedot kunjungan wisatawan asing dan meningkat dari estimasi jumlah kunjungan per harinya di angka 30 persen. Estimasi kunjungan harian wisatawan asing di angka 1.000 orang, sekarang menjadi 1.500 orang.

Baca juga:  Diluncurkan, Buku Panduan Wisata ke Bali untuk Wisatawan Tiongkok

Humas DTW Ulun Danu Beratan, Putu Suarya, Rabu (6/3), mengatakan, banyak wisatawan yang selalu menanyakan kapan melasti digelar. Karena diakuinya, momen pamelastian ini cukup menarik perhatian wisatawan mancanegara yang saat ini masih didominasi dari negara Asia. “Apalagi di sini konsepnya wisata budaya, jadi saat ada kegiatan upacara keagamaan seperti melasti dengan view atau background pemandangan pura dan danau menambah keindahan tersendiri bagi mereka,” jelasnya.

Baca juga:  Enam Tambahan Positif COVID-19 di Tabanan, Salah Satunya Ojol

Lebih lanjut dikatakannya, upacara malasti di Ulun Danu Beratan memang tak hanya dilakukan oleh krama di wilayah Kecamatan Baturiti saja, tetapi juga dari banjar adat di Kecamatan Mengwi dan ada juga dari Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, yang melakukan pamelastian ke Ulun Danu Beratan. “Karena panganceng (keturunan) Pura Ulun Danu Beratan ada di Mengwi, sehingga sejumlah banjar adat melasti ke Ulun Danu,” katanya.

Terpisah, Asisten Manajer DTW Tanah Lot Putu Toni Wirawan mengatakan, sampai dengan Rabu (6/3), belum ada kegiatan pemalastian di Pura Luhur Tanah Lot. “Sampai saat ini belum ada pamalastian ke Tanah Lot, biasanya dapat info dari Desa Beraban jika ada pamelastian dan biasanya tiga hari sebelum Nyepi,” jelasnya.

Baca juga:  Agar Tak Jenuh, Pengungsi Diajak Berwisata

Meski demikian, pihaknya sudah melakukan kesiapan terkait dengan kegiatan pamalastian dengan jumlah pamedek membeludak. “Di lapangan biasanya dari pamalastian sudah mengajak pecalang, tetapi kita tetap awasi dari security dan pengaturan di lokasi, termasuk pengaturan parkir untuk pamedek pamalastian, serta menyiapkan area khusus menggunakan parkir cadangan timur dan barat atau dekat pelaba pura,” jelasnya. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN