Pendiri Intrepid Darrell Wade (kiri) bersama GM Intrepid Indonesia Ravindra Singh di Sanur, Denpasar, Rabu (6/3). (BP/may)

DENPASAR, BALIPOST.com – Citra Bali saat ini masih cukup seksi sehingga tetap diminati wisatawan untuk dikunjungi. Hanya saja, dalam menjaga citra ini, diperlukan kerja sama semua pihak, termasuk menjaga alam agar berkelanjutan. Demikian disampaikan seorang pelaku usaha pariwisata, Darrell Wade, Rabu (6/3) di Denpasar.

Ia mengutarakan sejak pertama kali berkunjung ke Bali pada 1968, Wade menyaksikan citra Bali yang naik turun. Namun, belakangan ini Bali dinilainya mampu menjaga citranya untuk tetap diminati.

Pria yang merupakan perintis Intrepid, salah satu perusahaan peraih sertifikasi B Corp yang bergerak di bidang travel agent internasional ini menggarisbawahi pentingnya pertumbuhan pariwisata berkelanjutan dan diversifikasi di seluruh destinasi se-Nusantara, terutama Bali. Karena salah satu masalah dari wisatawan yang berkunjung ke Bali, kebanyakan tidak melihat Bali yang sebenarnya, Bali yang asli.

Baca juga:  Petugas Pelabuhan Padang Bai Amankan Sepuluh Musang

Padahal, Bali menurutnya memiliki atmosfer dan spirit yang bagus dan lebih dari destinasi lain. Hal itu membuatnya tersentuh ketika datang ke Bali.

Ke depan, agar Bali tetap seksi di mata dunia, ia menyarankan agar industri pariwisata, media, termasuk tur operator perlu mendalami hal-hal penting dari potensi Bali. Stakeholder pariwisata ini perlu berkolaborasi. “Jika tidak, maka tidak akan seksi lagi,” ujarnya.

Baca juga:  Ribut Hak Asuh Anak, Pria Jember Nyaris Dicelurit

Pihaknya yang sudah berkecimpung 20 tahun di industri pariwisata melihat banyak destinasi yang dulunya seksi, semakin tahun dan berkembang pariwisatanya, semakin tidak seksi lagi. Sehingga hal ini diharapkannya tidak terjadi pada Bali.

Sementara itu, GM Intrepid DMC Indonesia, Ravindra Singh S mengatakan dalam menyajikan paket pariwisata, stakeholder pariwisata khususnya travel agent harus mengkolaborasikan software produk dan hardware produk. Hardware meliputi hotel, restaurant, destinasi, dan lainnya.

Baca juga:  Bus Pariwisata Terbakar di Jalan Tol, Seluruh Penumpang Dievakuasi

Sedangkan software, meliputi emosional dari pelancong yang melakukan perjalanan. “Jadi segmentasi kami memprioritaskan software, karena yang paling penting dalam perjalanan adalah filosofi dari perjalanan itu,” ujarnya.

Gaya berwisata yang ditawarkan adalah memastikan bahwa para wisatawan mendapatkan pengalaman wisata yang bersahaja, berpeluang besar berinteraksi dengan masyarakat setempat, mencicipi langsung masakan daerah dan menjelajah masuk pelosok Nusantara yang benar-benar otentik. Ini sangat kontras dengan gaya wisata pada umumnya, yang hanya terfokuskan menikmati hotel berbintang pinggir pantai. (Citta Maya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *