MANGUPURA, BALIPOST.com – Libur panjang Isra Mi’raj dan Hari Raya Imlek pada 8 hingga 10 Februari berdampak signifikan terhadap lonjakan penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Bahkan, pihak Angkasa Pura I mencatat pergerakan 192.284 penumpang selama libur tersebut.

General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Handy Heryudhitiawan saat dihubungi Minggu (11/2) membenarkan tingginya pergerakan penumpang saat libur panjang Isra Mi’raj dan Hari Raya Imlek. Masa puncak pergerakan penumpang terjadi pada tanggal 8 Februari dengan pelayanan kepada 68.408 penumpang. “Kami telah melayani sebanyak 192.284 penumpang, baik domestik maupun internasional selama libur panjang ini,” katanya.

Baca juga:  AP I Ungkap Trafik Penumpang Naik 4,3 Persen

Pergerakan penumpang hingga 11 Februari 2024, kata Handy Heryudhitiawan diprediksi mencapai 241.133 penumpang atau rata-rata 60 ribu penumpang per hari. Angka ini diyakini lebih tinggi 4 persen dibanding pergerakan penumpang pada pekan pertama Februari yakni rata-rata 57.853 penumpang per hari. Untuk itu, pihaknya berkomitmen penuh untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa bandara.

“Setiap momen hari raya dan hari besar di Indonesia maupun internasional kami menyelenggarakan thematic event untuk meningkatkan passenger experience serta revenue bandara,” jelasnya.

Baca juga:  Cegah Banjir, DPUPR Denpasar Maksimalkan Penanganan Titik Genangan

Dikatakan, dalam momen Hari Raya Imlek, pihaknya menghadirkan penampilan Tarian Barongsai di area keberangkatan dan kedatangan terminal domestik serta internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Suguhan ini disambut antusiasme para penumpang di bandara. “Ini membuktikan bahwa passenger experience atau pengalaman terbang di bandara harus selalu dijaga,” tegasnya.

Selama momen libur pada tanggal 8 – 11 Februari 2024 ini, kata Handy Heryudhitiawan terdapat pengajuan penambahan penerbangan atau extra flight yaitu 18 rute keberangkatan dan 19 rute kedatangan, masing-masing adalah rute domestik yaitu Jakarta, Makassar, Surabaya, Lombok, Banjarmasin, Yogyakarta, Solo dan Tambolaka.

Baca juga:  Penumpang Tak Miliki Visa dan Paspor Sah, Maskapai Bayar Biaya Beban Rp 50 Juta

“Pengajuan penerbangan tambahan tersebut turut menjadi perhatian kami dengan lebih intensif memastikan operasional dapat berjalan baik, termasuk dari sisi pengaturan slot penerbangan, keamanan, keselamatan, maupun kenyamanan para penumpang,” pungkasnya. (Parwata/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *