Seorang WNA menikmati keindahan pantai di Jimbaran, Badung. (BP/Dokumen)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Masa pengerjaan proyek penataan kawasan Pantai Jimbaran yang semula ditargetkan rampung 29 Desember 2023 lalu, diperpanjang hingga 1 Februari mendatang. Penambahan waktu dikarenakan adanya penambahan pekerjaan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Rabu (17/1, sejumlah pekerja tengah menyelesaikan proyek. Tanda larangan masuk area proyek juga masih terpasang, namun pedestrian berbahan beton tampak telah terbentuk sebagai shortcut penghubung antara Jalan Pemelisan Agung dan Jalan Yoga Perkanti.

Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung Kadek Dwi Lantari mengatakan, progres proyek hingga saat ini telah menyentuh angka di atas 80 persen. “Awalnya memang ditarget tuntas selama 65 hari kalender. Yakni dari tanggal 26 Oktober 2023 hingga 29 Desember 2023. Namun, ada perpanjangan waktu sampai dengan 1 Februari karena adanya tambahan pekerjaan, jadi  bukan molor,” ungkapnya.

Baca juga:  Penataan Pemerataan Pembangunan

Menurutnya, pekerjaan tambahan yang masih tengah dikerjakan adalah penataan parkir, vegetasi, dan dapur cafe. Namun demikian, anggarannya masih tetap sama, yakni senilai lebih dari Rp19 miliar.

Sebelumnya, penataan Pantai Jimbaran mendapat sambutan antusias dari Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Jimbaran Made Dharmayasa. Dia berharap, pengerjaannya bisa dapat segera terselesaikan. Rampungnya penataan tersebut menjadi satu hal yang sangat diharapkan oleh masyarakat Jimbaran. Salah satunya berkenaan dengan kebutuhan akses alternatif ketika ada pelaksanaan upacara adat keagamaan di Pura Ulun Swi.

Baca juga:  Dua Pantai Ini Kebanjiran Sampah Plastik

Kata dia, ketika ada upacara keagamaan dimaksud, maka arus lalu lintas di Jalan Uluwatu dapat dialihkan menuju Jalan Yoga Perkanti yang ada di utara Lapangan Yoga Perkanti Jimbaran. Karena berkat proyek penataan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Badung itu, kini jalan tersebut telah dilebarkan dan tembus ke Jalan Pemelisan Agung selatan Pura Ulun Swi.

“Jadi sistemnya akan buka tutup. Ketika hari biasa, pedestrian beton itu kita akan tutup dan pasang portal. Tapi ketika terjadi pengalihan arus, maka kita akan buka sebagian badan jalan,” katanya. (Parwata/balipost)

Baca juga:  Penataan Desa Wisata Paksebali Diusulkan Anggaran Rp 10 Miliar
BAGIKAN