Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Harfendi, S.I.P., M.Sc. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Saat penyerangan Kantor Satpol PP Denpasar, salah satu pelaku berteriak mengaku anggota TNI. Terkait hal tersebut, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Harfendi, S.I.P., M.Sc. menyampaikan masih didalami.

Jika terbukti ada keterlibatan oknum anggota TNI, Pangdam Harfendi menegaskan akan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku. “Masih didalami oleh Sintel Dam (Kodam IX/Udayana). Kalau terbukti akan disesuaikan dengan proses hukum yang berlaku,” tegas Mayjen Harfendi, Senin (27/11).

Baca juga:  Perbaikan SPAM Penet, Ribuan Pelanggan PDAM di Denpasar Terdampak

Seperti keterangan I Made Widiantara (36), pegawai Satpol PP Kota Denpasar saat diperiksa polisi, pada Minggu (26/11) pukul 04.30 WITA datang orang tidak dikenal sejumlah 25 orang. Selanjutnya mereka menggedor-gedor pintu gerbang kantor sambil berteriak “buka, buka.”

Karena tidak direspons anggota Satpol PP, salah satu pelaku mengeluarkan senjata berupa pistol. Mereka menjebol pintu gerbang kantor Satpol PP. Para pelaku menganiaya anggota jaga Satpol PP sambil berteriak mengaku sebagai anggota TNI.

Baca juga:  Tambahan Kasus COVID-19 Bali Hampir 100 Orang, Sepekan Laporkan Korban Jiwa

Akibat penyerbuan tersebut, sejumlah petugas mengalami luka, yaitu Wayan Wiratma luka robek bagian bibir, Ketut Giri Asta luka robek di pelipis bagian kiri dan pingsan, dan Agung Tirta Yusa mengalami luka robek di dahi. Sedangkan Made Budiantara luka lecet lengan bagian kanan dan A.A. Made Wirawan luka lebam dan lecet di pipi kiri.

Pelaku juga merusak mobil dinas Satpol PP bernopol DK 8294 B sehingga kaca depannya pecah dan pintu di bagian samping kiri penyok. Sedangkan mobil bernopol DK 8422 A mengalami kaca depan pecah serta bodi depan sebelah kiri penyok. Satu sepeda motor juga dirusak.

Baca juga:  Korupsi BUMDes Kertha Jaya, Terdakwa Divonis Lebih Rendah dari Tuntutan

Setelah itu mereka mencari 33 pekerja seks komersial yang diamankan di lobi belakang. Mereka langsung dibawa kabur menggunakan sepeda motor. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN