Petugas menangani pohon tumbang di salah satu wilayah di Badung, Senin (2/1/2023). (BP/Dokumen)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Hujan deras mulai mengguyur Kabupaten Badung dan sekitarnya dalam sepekan terakhir, telah menimbulkan sejumlah bencana alam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung pun meminta masyarakat waspada.

Kalaksa BPBD Badung Wayan Darma mengatakan, pihaknya telah menerima beberapa laporan bencana di Badung, khususnya pohon tumbang dan longsor. Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam di sekitar.

“Laporan bencana alam mulai masuk, hanya saja tidak besar dan tidak ada korban jiwa. Penanganan bencana tetap akan dilakukan, bahkan kami mengimbau agar selalu waspada akan terjadinya bencana alam,” ujar Wayan Darma, Senin (13/11).

Baca juga:  Tuai Kritikan Kumuh, Pemkab Badung Ambil Alih Pengelolaan Pantai Kuta

Menurutnya, banjir terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi. Selain itu, luapan air akibat daya tampung selokan yang terbatas menghambat air masuk ke selokan. “Sampah yang menyumbat saluran air juga menyebabkan banjir,” katanya.

Pihaknya juga mengimbau agar pohon yang sekiranya akan membahayakan terutama di permukiman agar dipangkas. Bila dinilai sudah sangat membahayakan, agar dipotong. “Selain itu, jangan membuang sampah ke tempat aliran air, apakah itu gorong-gorong, aliran irigasi maupun sungai,” tegasnya.

Baca juga:  Hujan Masih Melanda, Waspadai Cuaca Ekstrem di Musim Kemarau

Ada pun bencana alam yang terjadi di Kabupaten Badung akibat hujan pada Minggu (12/11), yakni pohon tumbang yang menimpa kabel listrik hingga putus terjadi di Sembung, Mengwi. Pohon tumbang juga terjadi di Desa Kekeran, Mengwi, tepatnya di depan Pura Pesiraman Desa Adat Kekeran.

Selain pohon tumbang, bencana tanah longsor juga terjadi di Gumi Keris, yakni sawah tergerus ke jurang dan sungai di Munduk Babakan, Desa Munggu, Mengwi. Kejadian ini akibat air sungai meluap lantaran tempat pembagian air tertutup sampah dan kayu yang hanyut. (Parwata/balipost)

Baca juga:  Sampah Kiriman Penuhi Pesisir di Badung, Volumenya Bahkan Sentuh Seratusan Ton
BAGIKAN