Tumpukan sampah menggunung di jalan-jalan Kota Denpasar akibat tak terangkut pascakebakaran TPA Suwung. (BP/Dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kebakaran TPA Suwung sejak Kamis (12/10) belum bisa tertangani memasuki minggu ketiga. Asap masih mengepul dari tumpukan sampah. Ini artinya bara api masih ada di dalam tumpukan sampah yang menggunung.

Akibatnya, sampah di masyarakat tidak terangkut ke TPA Gianyar dan Tabanan secara maksimal. Dampak dari persoalan itu, kini banyak tumpukan sampah di sepanjang jalan-jalan. Bukan hanya itu, lahan-lahan kosong juga menjadi tempat penumpukan sampah atau TPS dadakan.

Kondisi ini juga kembali menimbulkan masalah. Buktinya, banyak masyarakat yang mengeluh dengan kondisi tumpukan sampah yang semakin tak terkendali. Terutama di lahan-lahan kosong yang dimanfaatkan masyarakat. Keluhan ini pun juga sampai ke Satpol PP Denpasar. banyak warga yang mengeluh dengan adanya tumpukan sampah.

Baca juga:  Direktur BPR KS BAS Jadi Tersangka Tindak Pidana Perbankan

Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kota Denpasar, Nyoman Sudarsana, Senin (30/10) mengatakan, pihaknya banyak mendapat keluhan pembuangan sampah sembarangan. “Hampir semua lahan-lahan yang tidak dimanfaatkan digunakan membuang sampah. Istilahnya TPS dadakan,” kata Sudarsana.

Selain itu, banyak juga keluhan masyarakat terkait kesulitan membuang sampah. Apalagi bagi masyarakat yang tinggal di perumahan. “Kalau masyarakat yang tinggal di wilayah desa dan memiliki teba atau tegalan masih bisa, yang di perumahan utamanya banyak yang mengeluh ke kami karena mereka tak bisa lama-lama menyimpan sampahnya,” katanya.

Baca juga:  Pasien Sembuh Tambah Belasan Orang, Kasus Baru Positif COVID-19 Masih Terus Ada

Tak hanya itu, pihaknya juga memergoki beberapa warga yang membuang sampah sembarangan. Akan tetapi, mereka hanya ditegur dan diberikan pemahaman terkait dengan kondisi saat ini akibat dampak kebakaran TPA Suwung.

Sementara itu, Kadis DLHK Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa menjelaskan, akibat musibah kebakaran di TPA Suwung, pengakutan sampah mengalami gangguan. “Iya karena TPA Suwung terbakar, pengakutan sampah kita terganggu, tapi kita sudah siapkan solusi,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, guna mendukung penanganan dan pengangkutan sampah di masyarakat, DLHK Kota Denpasar telah menyiapkan beragam langkah. Beberapa di antaranya yakni penambahan armada pengangkutan sampah, menggandeng swakelola agar langsung mengirim sampah ke TPA Mandung, Klating dan Tamesi dan optimalisasi TPS3R.

Baca juga:  Dari Lombok akan Dikunjungi 7 Kapal Cruise hingga Hari Ini Kasus COVID-19 Bali Bertambah di Atas 150 Orang

Gustra mengatakan, penambahan armada truck dilaksanakan guna mempercepat pengangkutan sampah. Sehingga dalam rentang waktu sehari pengangkutan dapat dioptimalkan dengan sekali jalan. Hal ini mengingat lokasi pembuangan yang cukup jauh, yakni TPA Tamesi Gianyar, TPA Kelating dan TPA Mandung di Tabanan.

“Kita sudah tambah armada dengan mekanisme menyewa truck pengangkut sampah, karena jarak jauh kami berharap bisa sekali jalan selesai, dan swakelola sampah yang memiliki truck dapat langsung membuang sampah ke TPA Mandung, TPA Klating dan TPA Tamesi, untuk operasional kita subsidi,” ujarnya. (Asmara Putera/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *