Penumpang pesawat berada di Bandara Ngurah Rai, Bali. Jelang KTT AIS, pihak pengelola bandara memastikan layanan berjalan normal. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Bandara I Gusti Ngurah Rai siap memberikan dukungan terbaiknya dalam agenda Konferensi Tingkat Tinggi Archipelagic Island States Forum (KTT AIS) yang akan digelar di Pulau Bali. Pihak bandara memastikan kegiatan operasional tetap berjalan secara normal.

General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Handy Heryudhitiawan mengatakan, pihaknya memberikan pelayanan prima serta dukungan terbaik pada setiap acara kenegaraan. “Termasuk KTT AIS yang rencananya akan dihadiri oleh 51 negara pulau dan kepulauan yang akan digelar di Bali pada tanggal 10-11 Oktober mendatang,” ujar Handy, Jumat (6/10).

Menurutnya, seluruh fasilitas bandara berada dalam kondisi prima dan siap untuk melayani para tamu kenegaraan dan delegasi yang akan mulai datang sejak 8 Oktober. Selain itu, operasional bandara juga dilakukan koordinasi secara intens dengan Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV dan Perum LPPNPI (AirNav) Cabang Ngurah Rai.

Baca juga:  Empat Perbekel Protes Zonasi PPDB 2017

“Ini untuk pengaturan jadwal penerbangan agar waktu kedatangan dan keberangkatan penerbangan delegasi tidak memberikan kendala pada jadwal penerbangan reguler,” katanya.

Dijelaskan, salah satu bentuk persiapan fasilitas bandara adalah pengaturan tempat parkir pesawat atau Parking Stand sebanyak 16 lokasi dengan pembagian masing-masing 8 parking stand di utara dan selatan yang dialokasikan untuk pesawat yang mengangkut kepala negara atau delegasi peserta KTT AIS. Selain itu, aspek keamanan juga sangat menjadi perhatian, sehingga pihaknya bersama stakeholder terkait melakukan pengetatan keamanan dan penjagaan di area bandara.

Baca juga:  Pembobol Toko HP Sempat Minum Arak, Ketahuan Karena Gonggongan Anjing

“Sebanyak 961 personil Airport Security kami kerahkan untuk melakukan penjagaan bandara selama KTT AIS berlangsung. Tentunya juga dengan dukungan penuh dari Polres Kawasan Bandara, TNI AU, Polda Bali, Paspampres, serta Bendesa Adat dalam hal pengamanan bandara,” ujarnya.

Dikatakan, untuk memastikan operasional bandara tetap berjalan secara normal, pihaknya juga akan mengatur alur kedatangan dan keberangkatan tamu kenegaraan dan delegasi di Gedung VVIP, Gedung VIP, serta terminal domestik maupun internasional.
Bandara Ngurah Rai melayani rata-rata 63-65 ribu penumpang domestik dan internasional dan 390 pergerakan pesawat setiap harinya.

Untuk itu dibutuhkan kolaborasi dan sinergi yang kuat dengan seluruh stakeholder di lingkungan bandara dan juga peran serta masyarakat dalam memastikan kelancaran operasional bandara dalam rangka mendukung KTT AIS. “Demi kenyamanan bersama, kami imbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan dari Bali menjelang KTT AIS untuk dapat tiba di bandara 2-3 Jam sebelum waktu keberangkatan guna menghindari kepadatan lalu lintas sekitar bandara,” ucapnya.

Baca juga:  Setahun, Desa Adat Dianggarkan Dana Rp 300 Juta

General Manager Perum LPPNPI (AirNav) Cabang Ngurah Rai, Suryadi Joko Wiratmo menyatakan kesiapan pihaknya terkait pengaturan lalu lintas udara selama pelaksanaan KTT AIS. “Kami telah memastikan kesiapan sisi SDM, fasilitas maupun prosedur beserta kontigensinya. Dalam pengaturan lalu lintas udara, kami juga berusaha semaksimal mungkin agar pelayanan terhadap VVIP tidak berpengaruh banyak terhadap pengaturan penerbangan reguler,” sebutnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *