Gubernur Bali, Wayan Koster. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gubernur Bali, Wayan Koster menegaskan proyek pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Bali dipastikan dimulai pada Maret 2026. Proyek ini menjadi salah satu langkah percepatan penanganan sampah di Bali, khususnya di wilayah Denpasar dan Badung.

Hal ini diungkap Gubernur Koster disela-sela sambutannya pada pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali Tahun 2026, di Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Selasa (3/2) sore.

Koster menyampaikan, pola penanganan sampah yang sudah berjalan akan terus dipercepat, mulai dari gerakan pengelolaan sampah berbasis sumber, penguatan TPS3R, hingga pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy (WtE). “Pola yang sudah ada kita percepat lagi. Gerakan berbasis sumber, TPS3R, sampai pengolahan sampah dengan teknologi WtE,”ujar Koster.

Baca juga:  Pajak dari Bali di Januari Terkumpul Rp1,22 Triliun, Ini 5 Sektor Dominannya

Koster mengungkapkan, keputusan groundbreaking Maret 2026 diambil setelah pembahasan langsung dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Investasi, Senin (2/2). Meski terjadi perpindahan lokasi proyek, Koster memastikan tidak ada tender ulang yang menghambat jadwal. “Saya bilang jangan mundur, tetap sesuai jadwal. Danantara sudah setuju, Pak Menteri juga sudah setuju. Maret groundbreaking,” tegasnya.

Koster menambahkan, masa pengerjaan proyek WtE ditargetkan maksimal 12 bulan. Jika berjalan sesuai rencana, fasilitas ini diproyeksikan beroperasi paling lambat akhir 2027. “Kalau ini jalan, astungkara akhir 2027 sudah bisa beroperasi. Sehingga masalah sampah, selain yang sudah berjalan, ditambah lagi dan dipercepat,” katanya.

Selain WtE, Koster juga meminta Kepala Dinas KLH yang baru dilantik untuk menggerakkan kembali secara masif pengembangan tebe modern, komposter, dan teknologi pengolahan sampah lainnya, dengan prioritas di Denpasar dan Badung.

Baca juga:  Denpasar Kembali Catatkan Tambahan Korban Jiwa COVID-19, Kasus Harian Juga Melonjak

Terkait arahan Presiden RI Prabowo Subianto, Koster menyebut pada sesi terbuka pertemuan kepala daerah, Presiden secara tegas menyoroti persoalan sampah, termasuk di Bali. “Beliau mengingatkan soal sampah. Artinya kita harus serius dan bergerak cepat,” ujar Koster.

Menurutnya, perhatian Presiden terhadap Bali justru menunjukkan kepedulian besar karena Bali merupakan destinasi wisata utama dunia. “Kita tidak perlu sensi. Saya malah senang. Presiden sayang Bali dan mengingatkan agar kita bergerak lebih cepat,” katanya.

Koster juga menegaskan, meskipun isu sampah kerap disorot, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali pada 2025 justru meningkat tajam. Namun demikian, persoalan sampah tetap harus ditangani secara tegas demi menjaga ekosistem Bali.

Baca juga:  Terkendala Pemasaran, Pengembangan Beras Hitam Tersendat

Pada sesi tertutup yang berlangsung hampir dua jam, Koster mengaku mendapat pemahaman mendalam dari Presiden Prabowo terkait geopolitik dan politik global. “Isinya top banget. Saya dapat kuliah umum. Pemikiran beliau ideologis, nasionalis, dan kultural. Arah bangsa dijelaskan dengan sangat jelas,” ungkapnya.

Ia menilai visi besar Presiden melalui Asta Cita sejalan dengan visi pembangunan Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”. Karena itu, Koster menegaskan Bali siap menyinergikan dan menjalankan berbagai program nasional, seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan Cek Kesehatan Gratis di tingkat provinsi. “Kita harus jalankan ini dengan sebaik-baiknya. Arahan Presiden luar biasa,” pungkas Koster. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN