Sorotan Presiden Prabowo Subianto soal darurat sampah di pesisir Bali ditindaklanjuti Pangdam IX/Udayana dengan aksi bersih-bersih Pantai Kuta yang melibatkan ribuan personel dari berbagai komponen. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Sorotan Presiden RI Prabowo Subianto terhadap persoalan sampah di kawasan pesisir Kabupaten Badung langsung ditindaklanjuti. Pangdam IX/Udayana meresponsnya dengan mengerahkan ribuan personel TNI bersama Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam aksi bersih-bersih Pantai Kuta, Selasa (3/2).

Aksi masif ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto saat rakornas bersama TNI, Polri, gubernur dan bupati se-Indonesia. Dalam forum tersebut, Presiden menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap kondisi darurat sampah di Bali yang dinilai berpotensi merusak citra pariwisata nasional di mata dunia.

Baca juga:  Tren Warna Rambut 2024 Didominasi "Solid Colour"

Pantai Kuta dipilih sebagai titik utama kegiatan karena posisinya sebagai ikon pariwisata nasional dan internasional. Kawasan ini menjadi wajah Indonesia bagi wisatawan mancanegara, sehingga kebersihan dan kelestarian lingkungan menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

Pidato Pangdam IX/Udayana yang dibacakan Inspektur Kodam IX/Udayana, Brigjen TNI Subagyo WG, menegaskan bahwa perhatian Presiden terhadap persoalan sampah merupakan bentuk kepedulian negara terhadap Bali dan Indonesia di mata dunia.

“Ini adalah ujung perhatian dan kasih sayang Bapak Presiden kepada kita. Jika tidak disampaikan, berarti Presiden tidak perhatian. Namun hari ini, perhatian itu diwujudkan melalui aksi nyata,” tegas Brigjen Subagyo.

Baca juga:  Kematian COVID-19 Bali Melonjak, Ini Komposisi Belum dan Sudah Vaksinasi

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat dan generasi muda yang turut ambil bagian. Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa ditangani secara parsial atau temporer, melainkan memerlukan kolaborasi berkelanjutan lintas sektor.

Brigjen Subagyo juga mengungkapkan bahwa sejak Desember 2025 hingga saat ini, sejumlah pantai strategis di Bali seperti Jimbaran, Kedonganan, Kuta, dan Legian mengalami darurat sampah akibat faktor alam dan sistem pengelolaan yang belum optimal.

Baca juga:  TMD Beroperasi Kembali 20 April 2025, Ditargetkan Keterisian 70 Persen

“Pantai-pantai ini bukan sekadar tempat wisata, tetapi barometer pariwisata dunia dan wajah Indonesia di mata internasional. Karena itu, penanganannya harus serius, cepat, dan terpadu,” ujarnya.

Ia menegaskan, aksi bersih-bersih pantai bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata untuk memitigasi krisis lingkungan sekaligus membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga kebersihan dan keberlanjutan Bali sebagai destinasi pariwisata unggulan dunia. (Parwata/balipost)

BAGIKAN