Petugas parkir mengawasi kendaraan yang parkir disekitar Lapangan Puputan Badung, Denpasar. (BP/eka)

paDENPASAR, BALIPOST.com – Desakan untuk memaksimalkan pendapatan daerah, ditindaklanjuti sejumlah OPD penghasil di Pemkot Denpasar. Salah satunya, Perumda Bhukti Praja Sewakadarma (BPS) Kota Denpasar.

Kini, perumda yang menangani perparkiran ini memiliki tambahan 35 titik parkir. Penambahan tersebut diharapkan bisa menunjang pendapatan parkir dari tahun sebelumnya.

Direktur Utama Perumda BPS Kota Denpasar I Nyoman Putrawan, Rabu (23/8) mengungkapkan, saat ini pelaksanaan perparkiran di Kota Denpasar sudah mengalami peningkatan. Ditambah dengan adanya penambahan titip parkir diharapkan mampu menambah pendapatan yang selama ini sempat turun akibat pandemi COVID-19.

Baca juga:  Dari Drone di IBTK Besakih Tuai Sorotan di Medsos hingga Pembangunan Tapal Batas di Pemogan Diwarnai Ketegangan

Menurut Putrawan, ada 35 titik parkir, baik itu pelataran maupun tepi jalan yang baru. Dari jumlah tersebut ada sebanyak 22 titik parkir badan jalan dan 13 titik parkir pelataran.

Sementara, dari total penambahan lokasi parkir tersebut diikuti dengan penambahan juru parkir sebanyak 40 juru parkir. Sebanyak 12 juru parkir di tepi jalan dan 28 juru parkir di pelataran.

Sementara itu, kata dia, untuk 2023 ini total titik parkir yang dimiliki Perumda BPS di Kota Denpasar sebanyak 610 titik. Sebanyak 245 titik parkir tepi jalan dan 365 titik parkir pelataran. “Kalau juru parkir kami ada sebanyak 985 orang yang bertugas di seluruh titik parkir. Ada yang dua orang dalam satu shift juga,” jelasnya.

Baca juga:  Triwulan I, Target Retribusi Parkir Jembrana Belum Tercapai

Menurut dia, dibanding tahun 2022 saat ini ada peningkatan titik parkir. Tahun 2022 Perumda BPS hanya memiliki 585 titik parkir, rinciannya 233 titik parkir tepi jalan dan 342 titik parkir di pelataran. Sementara untuk juru parkir hanya ada 945 orang.

Menurut Putrawan, selama ini pihaknya memang merasa kesulitan mendapatkan lahan parkir baru. Sebab, Pemkot Denpasar tidak memiliki lahan yang luas dan strategis untuk dimanfaatkan. “Kami memang kesulitan mendapatkan lahan karena lahan pemerintah sudah berkurang. Jadi kami berusaha juga bekerjasama dengan desa adat untuk pelaksanaan perparkiran,” imbuhnya. (Asmara Putera/balipost)

Baca juga:  Pajak Konser Lipatgandakan Kebahagiaan untuk Pembangunan
BAGIKAN