Alat berat saat mengeruk material gorong-gorong yang jebol dan menutupi irigasi Subak Desa Adat Lepang, Jumat (21/7). (BP/Gik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Cuaca ekstrim yang memicu hujan lebat dalam sebulan terakhir, merusak saluran irigasi Subak Desa Adat Lepang, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. Situasi ini membuat para petani setempat kesulitan untuk mengairi puluhan hektar sawah desa adat setempat.

Untuk mengatasinya, pihak subak setempat harus mengerahkan alat berat, Jumat (21/7) untuk membongkar akses jalan yang dilewati gorong-gorong irigasi, agar aliran air bisa kembali normal.

Kelian Subak Desa Adat Lepang Putu Gede Winaya, mengatakan bahwa total ada sekitar 75 hektar lahan sawah yang bergantung pada saluran irigasi tersebut. Sehingga, upaya mengeruk titik sumbatan yang diakibatkan irigasi yang jebol segera dilakukan, persis di sebelah Barat Bale Yadnya Desa Adat Lepang. Irigasi jebol sudah dua hari yang lalu, disebabkan karena pondasi gorong-gorong yang sudah rapuh dan juga akibat hujan deras beberapa pekan lalu.

Baca juga:  Awal 2019, 6 Bencana Landa Karangasem

Ini membuat aliran air menjadi deras dan mengikis pondasi gorong-gorong hingga jebol. Ini menyebabkan sekitar 75 hektar lahan Subak Lepang tidak mendapatkan air. Kondisi ini sangat mempengaruhi para petani yang menanam padi, karena saat ini sedang pada fase sangat membutuhkan aliran air. “Puluhan hektar tanah subak sekarang mayoritas lagi nanam padi. Ini harus terus dapat air, sampai padinya tinggi. Makanya, upaya perbaikan harus segera dilakukan,” katanya.

Baca juga:  Kobaran Api di SDN 1 Tonja Viral, Ternyata Ini Sumbernya

Winaya menambahkan, untuk melakukan upaya perbaikan, maka kerusakan pada irigasi ini harus dibongkar. Akhirnya dengan menggunakan dana subak sebanyak Rp 3,5 juta, pihak subak langsung menyewa alat berat untuk digunakan mengeruk kembali saluran irigasi, agar air subak bisa kembali mengalir dengan normal, untuk mengairi lahan sawah sekitar 75 hektar. “Kami berharap agar pihak terkait, juga bisa memberikan tindakan bantuan, untuk mempercepat proses perbaikan. Agar normalisasi irigasi subak bisa dilakukan secepatnya,” katanya. (Bagiarta/Balipost)

Baca juga:  Dampak Hujan Lebat di Klungkung, Bangunan Roboh Hingga Banjir
BAGIKAN