
DENPASAR, BALIPOST.com – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur hampir seluruh wilayah Bali dalam 12 jam terakhir memicu sejumlah bencana hidrometeorologi, termasuk peningkatan debit air sungai.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bali, I Gede Teja, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan ke kawasan Tukad Badung menyusul laporan bunyi sirine banjir pada dini hari.
“Saya cek ke Tukad Badung. Menurut pedagang di sekitar, sirine banjir bunyi sekali sekitar pukul 03.00 Wita,” ujarnya saat meninjau kondisi debit air di Tukad Badung, Selasa (24/2) pagi.
Ia menjelaskan, bunyi sirine tersebut menandakan adanya kenaikan debit air lebih dari 50 sentimeter atau berada pada level waspada. Namun hingga pagi hari, tidak terdengar bunyi sirine kedua yang biasanya mengindikasikan kenaikan debit lanjutan.
“Artinya ada kenaikan air lebih 50 sentimeter atau waspadalah. Sampai pagi ini belum ada bunyi kedua atau kenaikan lagi,” jelasnya.
Menurut Teja, sistem peringatan dini berupa sirine banjir di Tukad Badung dipastikan berfungsi dengan baik. Hal ini menjadi indikator penting dalam mitigasi risiko banjir, khususnya di kawasan padat aktivitas masyarakat seperti pusat Kota Denpasar.
BPBD Bali mengimbau masyarakat, terutama yang bermukim dan beraktivitas di bantaran sungai, untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air susulan mengingat curah hujan masih berpotensi terjadi.
Pantauan di lapangan, kondisi debit air Tukad Badung pada pagi hari terpantau menurun dibandingkan dini hari, meski aliran masih tampak keruh akibat kiriman air hujan dari wilayah hulu. (Ketut Winata/balipost)










