Salah satu destinasi wisata di Nusa Penida. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Beberapa hari belakangan ini Pulau Nusa Penida mengalami pemadaman listrik bergilir. Hal ini pun menuai keluhan dari masyarakat dan pelaku pariwisata di destinasi populer tersebut, seperti disampaikan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali, Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana.

Politisi PDI Perjuangan ini menyayangkan terjadinya pemadaman listrik secara bergilir di pulau yang berjuluk The Blues Paradise Island ini. Ia menilai hal ini dapat mengganggu perkembangan pariwisata di Nusa Penida.

Baca juga:  Masyarakat di Radius Hingga 10 Km Diminta Mengungsi

Oleh karena itu, Adhi Ardhana langsung melakukan koordinasi dengan GM PLN dan Kepala Dinas ESDM Provinsi Bali. “Hari ini sudah dikirim 11 diesel backup, untuk cadangan sementara sampai selesainya perbaikan, dan dijadwalkan tanggal 6 Juli sudah kembali normal,” ujar Adhi saat dikonfirmasi, Sabtu (1/7).

Namun demikian, ia meminta agar kapasitas produksi dengan permintaan listrik di Nusa Penida mestinya sudah tanpa cadangan daya alias harus ditingkatkan. Bisa dengan pembangkit baru ataupun langsung dengan kabel bawah laut yang suplainya berasal dari Bali daratan.

Baca juga:  Tindaklanjuti Pembatasan Upacara Panca Yadnya, Pengelola Krematorium Dikumpulkan

Pemadaman bergilir ini pun menjadi perhatian anggota DPRD Provinsi Bali Dapil Kabupaten Klungkung, I Ketut Juliarta. Politisi Partai Gerindra ini pun sudah melakukan koordinasi dengan PLN.

Hasil koordinasi, PLN menyebutkan pemadaman listrik di Nusa Penida disebabkan salah satu dari tujuh pembangkit listrik tenaga diesel mengalami kerusakan. Ia pun berharap agar PLN segera mengoperasikan genzet yang didatangkan dari Jawa Timur untuk mengatasi pemadaman bergilir ini.

Baca juga:  Imbas Sail Sabang, Wisata Selam di Aceh Makin Cool

Sehingga, hal ini tidak menjadi masalah yang dapat mencoreng nama Nusa Penida yang saat ini menjadi primadona wisatawan mancanegara. Tidak hanya itu, ia juga berharap ke depannya agar PLN menambah pembangkit listrik. Dengan demikian, tidak akan terjadi pemadaman listrik bergilir ketika terjadi kerusakan salah satu pembangkit. (Winatha/balipost)

BAGIKAN