Lokasi gempa yang berpusat di Buleleng pada Rabu (24/5) dini hari. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Di tengah pelaksanaan hari suci Pagerwesi, Rabu (24/5), gempa tektonik mengguncang Buleleng sebanyak dua kali. Gempa terjadi pada pukul 01.41 WITA dan 03.43 WITA.

Dikutip dari rilis BMKG, gempa pertama memiliki kekuatan manitudo 4,4. Hasil analisa BMKG menunjukkan episenter terletak pada koordinat 8,15° LS; 115,27° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 20 km Tenggara Buleleng, Bali pada kedalaman 10 km.

Baca juga:  Parta dan Mahayastra Berebut Rekomendasi PDIP

Sedangkan gempa kedua berkekuatan 2,1 SR. Lokasinya 8,07 LS, 115,29 BT atau 22 km timur laut Buleleng. Kedalaman lokasi gempa ada di 13 km.

Untuk gempa pertama, Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, SE, S.Si menjelaskan  memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif di darat. Dampak gempabumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Buleleng IV MMI, Karangasem III – IV MMI, Bangli III MMI, Denpasar II MMI.

Baca juga:  Era Adaptasi Kebiasaan Baru, Pemkot Verifikasi Usaha Pariwisata

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempabumi tektonik menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” jelasnya.

Ia mengatakan hingga pukul 02.05 WITA, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 aktivitas gempabumi susulan. “Kepada Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya. Agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” sarannya. (kmb/balipost)

Baca juga:  Perempuan Ini, Ngaku Ibu Bayi dalam Kardus
BAGIKAN