ngamuk
Ilustrasi. (BP/ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kasus penganiyaan terjadi di gudang supplier kelapa muda, Jalan Tukad Buana, Padangsambian Kaja, Denpasar Barat (Denbar), beberapa lalu. Korbannya berinisial NK dan istrinya mengalami luka akibat sajam. Pelakunya, Yo diduga asal NTT, dalam keadaan mabuk.

Informasi diperoleh Selasa (25/4), pelaku dan korban sama-sama kerja di TKP. Perselisihan awalnya terjadi 8 bulan lalu.

Waktu itu korban kerja malam mengupas kelapa muda untuk dikirim ke hotel dan restoran. “Waktu itu pukul 01.00 WITA dan korban melihat pelaku lagi mabuk sambil ngomel dan marah-marah pakai bahasa kampungnya,” kata sumber.

Baca juga:  Diduga Larikan Uang Nasabah Rp 22 Miliar, Ketua Koperasi Dana Asih Menghilang

Pelaku marah-marah dan mau komplin. Selanjutnya korban menyuruh komplin langsung ke bosnya. Namun pelaku malah marah-marah dan nyaris memukul korban pakai potongan pipa besi.

Selanjutnya permasalahan tersebut berakhir damai. “Tapi korban masih was-was karena pelaku kala7 mabuk sangat brutal. Pelaku sempat bilang mau berhenti kerja dan pulang kampung,” ucapnya.

Beberapa hari lalu sekitar pukul 22.00 WITA, korban tiba di gudang tempat kerjanya. Korban kaget karena tiba-tiba pelaku datang sambil membawa miras. Saat korban sibuk membungkus kelapa muda, pelaku langsung menusuknya menggunakan pisau.

Baca juga:  Pemuda Ngamuk, Bunuh Sepupu dan Tebas Ibu Kandungnya

Kejadian ini dilihat istri korban dan langsung menjerit. Istri korban lalu menjambak rambut pelaku dengan tujuan melerai. Saat itu pelaku langsung menebas tangan kiri istri korban.

“Setelah itu pelaku langsung kabur dan membuang pisaunya di TKP. Saat itu korban baru sadar kena tusuk setelah melihat darahnya mengalir,” ucapnya.

Korban dan istrinya langsung dibawa ke rumah sakit. Korban mengalami luka parah di dada dan lengan kiri hingga urat nadinya robek. Sedangkan istrinya luka di jari tengah dan kelingking tangan kiri.

Baca juga:  Truk Sarat Muatan Terjun ke Sungai

Setelah mendapat perawatan di rumah sakit, korban lalu melapor ke Polsek Denbar. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan.

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi membenarkan kasus itu ditangani Polsek Denbar. “Laporannya belum saya terima. Namun informasi yang saya peroleh anggota Polsek Denbar sudah mendatangi tempat kos pelaku tapi tidak ada. Informasi pelaku sudah beberapa hari tidak pulang ke kos. Pengejaran terhadap pelaku masih berlangsung,” tutupnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN