Tangkapan layar saat Direktur Pemberdayaan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Bonifasius Pudjanto memberikan paparan dalam acara Peluncuran Status Literasi Digital Indonesia 2022 yang diikuti secara virtual, Rabu (1/2/2023). (BP/Ant)

JAKARTA, BALIPOST.com – Literasi terkait keamanan digital ke masyarakat, akan lebih diintensifkan Kementrian Komunikasi dan Informatika seiring makin banyaknya modus kejahatan di ruang siber.

“(Keamanan digital) ini salah satu yang memang harus kita intensifkan untuk 2023,” ujar Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo Bonifasius Pudjanto di Jakarta, dikutip dari kantor berita Antara, Rabu (1/2).

Boni mengatakan, apabila mengacu indeks literasi digital nasional 2022, keamanan digital menjadi pilar literasi digital dengan skor paling rendah yakni 3,12. Hal itu, kata dia, menjadi pekerjaan rumah yang berat, mengingat saat ini modus kejahatan di ruang digital semakin beragam.

Baca juga:  Pascagempa Bermagnitudo 6,2 di Jember, Ada Dua "Aftershock"

Dibutuhkan literasi digital yang memadai agar masyarakat bisa memiliki pengetahuan tentang keamanan digital yang baik.

Lebih lanjut Boni mengatakan, selain keamanan digital, pemahaman tentang etika digital dan budaya digital kepada masyarakat juga harus diintensifkan.

Menurut dia, saat ini masih banyak ditemukan indikator-indikator yang menunjukkan kurangnya etika dan budaya digital di masyarakat.

Boni menilai, literasi digital, khususnya pada pilar etika digital dan budaya digital perlu terus ditingkatkan untuk menjaga kondusifitas dan persatuan di tengah keberagaman. “Kita ini Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan keragaman yang luar biasa. Bagaimanapun juga kita harus tetap menjaga kesatuan kita apalagi menjelang 2024,” ucap Boni. (Kmb/Balipost)

Baca juga:  BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi 24-25 Juli

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *